BREAKING NEWS
 

Airlangga Senang Kalau Ada Oposisi

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : SISWANTO
Minggu, 12 Mei 2024 08:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Ekonom Chatib Basri (kanan) berfoto bersama usai menjadi pembicara seminar ekonomi yang dilaksanakan Perkumpulan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ), di Jakarta, Sabtu (11/05/2024). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

 Sebelumnya 
Kata dia, jangan semua latah bergabung ke Prabowo. Ini penting agar iklim demokrasi tetap terjaga.

“Dengan begitu, pengawalan terhadap program pemerintah dilakukan dari DPR. Sifatnya resmi dan bertanggung jawab. Tidak hanya berbicara di luar sebagai kekuatan ekstra parlementer,” jelas Saleh.

Saleh berpendapat, berada di luar koalisi Prabowo-Gibran bukan hal yang buruk. Ia mencontohkan sikap PAN saat periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi.

“Kan tidak semua mesti harus masuk kabinet. Di luar kabinet itu juga bagus. PAN kemarin tidak segera masuk di kabinet. Kalau pun sekarang di dalam, masuknya di ujung dan akhir periode,” ungkap Saleh.

Baca juga : Ketua KPU Disorot

Hal senada juga disampaikan Sekjen PSI Raja Juli Antoni. Menurutnya, tidak bagus bila semua partai ingin bergabung dalam koalisi pemerintahan.

“Idealnya ada 1 atau 2 partai yang mengambil sikap berada di luar pemerintahan,” ujarnya.

Bagaimana tanggapan PKS dan PDIP?

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memberikan sinyal partainya akan setia di jalur oposisi. Anggota Komisi II DPR ini mengungkapkan tentang fungsi kontrol yang harus dilakukan dalam sebuah pemerintahan.

Baca juga : KPK Yang Baru Semoga Lebih Sakti Dan Berwibawa

Mardani mengatakan, partainya tak akan mengganggu, tapi akan terus mengingatkan pemerintah.

“PKS selama ini oposisi tapi kritis dan konstruktif. Enggak boleh kritis yang merusak. Indonesia milik kita bersama,” kata dia.

Di tempat terpisah, politisi PDIP Masinton Pasaribu belum mengungkap arah kebijakan partainya. Namun, dia menegaskan, jika PDIP nantinya berada di barisan oposisi, tidak hanya sekadar berbeda pendapat dengan pemerintah.

Sebagai oposisi yang mengontrol kekuasaan, juga harus memberikan berbagai alternatif kebijakan. Kata dia, PDIP pernah menjadi oposisi pada masa pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun.

Baca juga : Belum Bahas Kementerian, Prabowo Lagi Ngelist Janji

Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, dari pidato Prabowo teranyar tersirat ada satu atau dua partai yang tetap konsisten berada di luar pemerintahan mendatang. Menurut dia, ini adalah kabar baik. Karena akan ada yang mengambil peran sebagai penyeimbang kekuasaan.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 12 Mei 2024 dengan judul Airlangga Senang Kalau Ada Oposisi

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense