RM.id Rakyat Merdeka - Para aktivis 98, penggiat HAM hingga korban pelanggaran HAM melakukan aksi peringatan 26 tahun Reformasi serta napak tilas pelanggaran HAM era Orde Baru pada Selasa (21/5).
Acara digelar di Markas Front Penyelamat Reformasi Indonesia, Jl. Diponegoro No.72 Menteng Jakarta Pusat.
Mereka menggelar pertunjukan 2.000 tengkorak dan 1000-an kuburan yang ditampilkan secara dramatis dan diperkuat dengan pameran foto.
Aksi ini bercerita tentang peristiwa yang terjadi di era Orde Baru. Adapun, sejumlah kasus yang menjadi sorotan hingga saat ini diantaranya, Penembakan Misterius 1982, Rumah Heudong 1989, Kasus Sutet, Pembunuhan Munir, Udin Bernas, Marsinah, Pembunuhan Massal 1965, Poso dan Sampit.
Baca juga : Raih 6 Emas, Pordasi Jakarta Sukses Gelar Pacuan Kuda Terbesar Di Jogja
Berdasarkan pantauan di lokasi, mahasiswa, pejabat negara, media, dosen, fotografer dan pembuat konten sosmed begitu antusias melihat penampakan pertujukan 2.000 tengkorak dan 1000-an kuburan di berjejer di halaman markas Front Penyelamat Reformasi Indonesia.
Mereka juga terlihat memperhatikan satu persatu instalasi kuburan yang terbuat dari papan triplek.
Di setiap istalasi kuburan itu juga terdapat sejumlah nama korban pelanggaran HAM.
Diantaranya Munir, Widji Thukul, Marsinah hingga Udin Bernas. Taburan bunga juga menghiasi instalasi kuburan yang ada disana.
Baca juga : Tok! Ini Hasil Akhir Putusan MK Terhadap Gugatan Anies-Muhaimin
Sebuah bendera merah putih dengan warna sudah mulai pudar juga terpampang di atas tumpukan instalasi tengkorak.
Aroma dupa juga tercium menyengat di lokasi acara. Hal ini menambah suasana muram kasus dugaan pelanggaran HAM yang tak kunjung terselesaikan hingga saat ini.
Dibagian panggung, terdapat seruang peringatan 26 tahun reformasi ‘Kami Masih Akan Terus Melawan’.
Aktivis 98 Fauzan Luthsa mengatakan, aksi ini digelar bukan hanya sebagai peringatan reformasi, tetapi mengingatkan bahwa para aktivis dan korban pelanggaran HAM masih ada dan terus melawan.
Baca juga : Dorong Pemilu Jurdil, Kiai Dan Akademisi Gelar Pertemuan Di Linggarjati
“Kami menganggap hal ini harus terus dilanjutkan agar nanti tidak ada yang mencoba memutar balikan sejarah,” tegas Fauzan Luthsa.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.