BREAKING NEWS
 

Pimpinan JI Kembali Ke Pangkuan NKRI, JMI Puji Densus 88 Polri

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Jumat, 5 Juli 2024 22:01 WIB
Pimpinan dan sejumlah anggota tinggi Jamaah Islamiyah telah menyatakan pembubaran organisasinya di Bogor, Jawa Barat, (30/6/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi mengapresiasi Densus 88 Anti Teror Mabes Polri yang telah cukup berhasil melakukan upaya untuk menyadarkan para pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) untuk kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Apresiasi setinggi-tingginya kepada Detasemen Khusus 88 Anti Teror POLRI yang telah melakukan berbagai upaya untuk menyadarkan kelompok JI baik secara hard approach maupun soft approach hingga mereka kembali ke pelukan NKRI," kata Islah saat diwawancarai wartawan, Jumat (5/7/2024).

Bagi Islah, deklarasi pembubaran organisasi radikal terorisme ini adalah sejarah baru, tak hanya bagi Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara.

Sebab di balik ini semua ada upaya panjang yang dilakukan secara telaten oleh Densus 88 hingga mampu menyadarkan para pemikir ekstremis sadar bahwa apa yang mereka lakukan selama ini salah.

Baca juga : Arsan Makarin Janji Akan Kembali Ke Pangkuan Persib

"Organisasi terorisme yang mendeklarasikan untuk membubarkan diri itu baru terjadi sekarang. Ini sangat historikal, sangat bersejarah," ujarnya.

"Nggak ada negara mana pun yang sanggup meminta orang dengan membuka kesadaran kognitif untuk kemudian membubarkan diri," sambung Islah.

Adsense

Namun demikian, Islah Bahrawi tetap mengingatkan negara tidak lengah dalam melakukan pengawasan usai deklarasi pembubaran JI tersebut.

Sebab, ideologi sejatinya tidak akan pernah mati, yang mungkin terjadi hanyalah hibernasi sampai tiba waktunya mereka akan kembali bangkit.

Baca juga : Robi Darwis Kembali Ke Pangkuan Maung Bandung

"Kewaspadaan bangsa Indonesia harus tetap ditingkatkan, terutama terhadap berbagai infiltrasi ideologi transnasional yang tidak pernah berhenti untuk merobek tenun kebhinnekaan kita," tutup Islah.

Sebagai informasi, pimpinan dan sejumlah anggota tinggi Jamaah Islamiyah telah menyatakan pembubaran organisasinya, di Bogor, Jawa Barat, (30/6/2024).

Dalam pernyataan sikapnya, mereka mengakui bahwa paradigma Al Jamaah Al Islamiyah yang mereka anut selama ini salah, dan karenanya tidak layak untuk dipertahankan.

"Menyatakan pembubaran Al-Jamaah Al-Islamiyah dan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menjamin kurikulum dan materi ajar terbebas dari sikap tatharruf dan merujuk pada paham Ahlussunnah wal Jamaah," begitu salah satu poin deklarasi pembubaran.

Baca juga : Kemenperin Rangkul JICA Kembangkan Industri Kendaraan Listrik

Poin selanjutnya, membentuk tim pengkajian kurikulum dan materi ajar dan siap untuk terlibat aktif mengisi kemerdekaan sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat.

Selain itu, siap mengikuti peraturan hukum yang berlaku di NKRI serta berkomitmen dan konsisten untuk menjalankan hal-hal yang merupakan konsekuensi logisnya. Sementara hal-hal teknis yang berkaitan dengan kesepakatan tersebut, akan dibicarakan dengan Negara cq. Densus 88 AT Mabes Polri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense