Sebelumnya
Menurut Jokowi, Indonesia punya potensi untuk menarik wisatawan berkualitas. Di Indonesia ada banyak hewan eksotis seperti komodo, banteng liar di Banyuwangi, badak, dan orang utan. Kata dia, yang penting adalah bagaimana daerah bisa mengemas potensi itu dengan baik dan menjadikan sebagai pendapatan daerah. “Di Afrika, (wisata) ini bisa menghasilkan Rp 196 triliun per tahun,” jelasnya.
Selain memberikan motivasi, Jokowi juga mengingatkan para bupati tentang pentingnya penggunaan produk dalam negeri guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Jokowi mengaku punya data soal penggunaan produk dalam negeri.
“Saya sudah cek, penggunaan produk dalam negeri untuk kabupaten dan kota masih 41 persen. Ini angka yang masih kecil. Selebihnya, produk impor,” ungkapnya.
Baca juga : Usung Cagub Jateng Dan Jabar, KIM Masih Tarik Ulur
Jokowi mengingatkan, mengumpulkan anggaran itu tidak mudah. Pemerintah melakukan pengumpulan dari pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), royalti dan dividen. Ketika terkumpul, Menteri Keuangan akan melakukan transfer ke daerah (TKD). Namun, anggaran tersebut malah dibelikan produk impor, sehingga yang menerima manfaatnya adalah negara lain.
“Mengumpulkan anggarannya itu sangat sulit. Jadi, gunakan 100 persen untuk pengadaan barang dan jasa itu produk-produk dalam negeri,” pesannya.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, posisi Indonesia sebagai negara papan atas di Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD. Hal itu disampaikan Airlangga saat menghadiri seremoni Pencatatan Perdana Saham PT Gunanusa Eramandiri Tbk (GUN) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/7/2024).
Baca juga : Kalau Sampai Krisis Beras, Indonesia Diledek Singapura
“Dibandingkan negara OECD, kita juga salah satu yang papan atas,” ujarnya
OECD atau Organization for Economic Cooperation and Development adalah organisasi untuk berbagi masalah sosial-ekonomi serta berkolaborasi guna mencari solusi. Saat ini, sudah ada 38 negara anggota OECD. Di antaranya yakni Amerika Serikat (AS), Jerman, Perancis, Inggris Raya, Swiss, Chile, Kolombia, dan Kostarika. Sementara itu, negara Asia yang menjadi anggota OECD baru 2, yakni Jepang dan Korea Selatan.
Selain soal OECD, Airlangga juga menyampaikan capaian pertumbuhan ekonomi terbaru serta menyebut Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar kelima di G-20. “Ekonomi Indonesia tumbuhnya 5,11 persen secara tahunan, dan bulan Juni kemarin kita deflasi 2,51 persen. Negara mana yang pertumbuhan bisa 5,11 dengan inflasi rendah?” ucapnya.
Baca juga : Langit IKN Akan Dijaga Radar Made In Prancis
Airlangga mengatakan, jika dilihat dari perdagangan di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir, juga menunjukkan hal yang positif. Hal ini tercermin dari PMI Manufaktur yang terus tumbuh. “Industri pengolahan tumbuh stabil, makanan dan minuman industrial yang go publik tumbuh 5,87 persen. Ini juga positif,” jelasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 11 Juli 2024 dengan judul Dihajar 5 Krisis, Jokowi: Alhamdulillah, Kita Masih Bertahan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.