BREAKING NEWS
 

Kiai Ma’ruf Amin: Tak Ada Hubungan Struktural, PBNU Tak Bisa Intervensi PKB

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 1 Agustus 2024 14:23 WIB
Wapres KH Maruf Amin. (Foto: BPMI/Setwapres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden yang juga mantan Ketua Tim Lima Pendirian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Ma’ruf Amin ikut bersuara menyikapi polemik yang terjadi antara elite Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan PKB. 

Kiai Ma’ruf Amin yang merupakan ketua dewan syuro pertama PKB sebelum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mengatakan, hubungan NU dengan PKB hanyalah hubungan aspiratif, kultural, dan hubungan historis semata sehingga PBNU tidak memiliki hak untuk mengintervensi PKB. 

Baca juga : Presiden Tak Pernah Intervensi KPK

”Saya dulu Ketua Tim Lima Pembentukan PKB. Saya dulu ketua Dewan Syuro pertama PKB. Sebelum Gus Dur itu kan saya. Jadi sebenarnya hubungan PBNU dengan PKB itu hubungannya hubungan aspiratif, hubungan kultural dan hubungan historis. Tidak ada hubungan struktural. Tidak ada hubungan struktural,” ujar Kiai Ma’ruf Amin kepada wartawan di Jakarta, Kamis (1/8/2024). 

Adsense

Karena itu, kata Kiai Ma’ruf, tugas PKB adalah bagaimana bisa menjadi wadah aspirasi warga NU di dalam urusan politik. ”Tidak saling intervensi. Jadi dia memiliki independensi,” katanya. 

Baca juga : Wapres Ma’ruf Amin Dukung BSI Garap Potensi Industri Halal Global

Kiai Ma’ruf menuturkan, seharusnya PBNU dan PKB justru bisa bekerja sama dengan baik untuk menjembatani kepentingan politik warga NU. ”Sebaiknya memang tidak terjadi konflik. Seharusnya memang bekerjasama dengan baik dengan tugas masing-masing. PBNU tetap pada bangunan keumatan, PKB pada politik. Sebenarnya memang tidak sambung, ini tugasnya ini, ini tugasnya ini, seharusnya. Jadi kalau terjadi korslet, itu memang agak aneh juga karena memang tugasnya beda,” urainya. 

Karena itu, mantan Rais Aam PBNU ini berharap ke depan, PBNU dan PKB bisa menjaga hubungan yang harmonis dan saling menghargai satu sama lain. ”Sudahlah, jangan sampai terjadi lagi. Masing-masing berada di jalurnya. Masing-masing fokus pada tugasnya sehingga tidak terjadi konflik,” katanya. 

Baca juga : Kisah Mbah Bardan, Nabung Berdua untuk Naik Haji, Tapi Ditinggal Istri Selamanya

Menurut Kiai Ma’ruf, konflik terjadi jika di antara dua lembaga ini ada yang saling mengintervensi. ”Konflik itu terjadi kalau yang satu masuk sini, yang satu masuk sini. Jangan saling masuk (intervensi), itu harapan saya. Semuanya berjalan dengan baik dan membawa berkah, itu harapan saya,” pungkasnya.

Diketahui, panas dingin hubungan PBNU dengan PKB terjadi setelah Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf mengeluarkan statemen ke publik bahwa PBNU berencana membentuk Tim Lima atau panitia khusus (pansus) sebagai upaya untuk meluruskan sejarah sekaligus merebut PKB ke pangkuan PBNU.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense