Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Kisah Mbah Bardan, Nabung Berdua untuk Naik Haji, Tapi Ditinggal Istri Selamanya
Jumat, 17 Mei 2024 01:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ada banyak romantisme kisah dalam penyelenggaraan ibadah haji. Salah satunya adalah kisah Mbah Bardan (92), jemaah haji asal Lampung Utara yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 10 Embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-10).
Mbah Bardan tak dapat membendung rasa gembira, bisa tiba di Tanah Suci. Senyumnya sumringah ketika petugas mengiringinya dengan kursi roda. Namun, siapa sangka, di balik rasa bahagia bisa tiba di Kota Madinah, tersimpan rindu mendalam untuk istri tercinta.
"Sudah nabung berdua untuk haji, sesudah itu malah saya ditinggal sama istri," ucapnya, kepada petugas di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, Kamis (16/5), seperti dikutip kemenag.go.id. Air matanya menetes saat cerita.
Baca juga : Kesiapan Bandara AP II Jelang Keberangkatan Jemaah Haji Minggu Dini Hari Ini
Mbah Bardan bercerita, keinginannya menunaikan ibadah haji berdua dengan istri. Ia berusaha mewujudkan hal itu dengan menabung dari hasil keringatnya sendiri sebagai tukang bangunan. Ia mendaftar haji sejak 2013.
Namun, takdir Allah berkata lain. Harapannya pergi haji berdua dengan istri tak terwujud. Sebab, sang istri lebih dulu menghadap Ilahi.
"Belum sampai waktu berhaji tiba, istri saya malah meninggalkan saya selama-lamanya," ucapnya. Matanya berkaca-kaca, menahan rasa sedih mendalam.
Baca juga : Cegah Kejenuhan Petugas Haji, Menag Minta Menteri Haji Saudi Tambah Kouta
Meski didorong dengan kursi roda, Mbah Bardan optimis bahwa kondisinya baik-baik saja. "Saya bisa jalan sendiri," katanya, sambil berupaya berdiri namun urung, karena dicegah petugas.
Lelaki 92 tahun itu lalu melanjutkan ceritanya, mengungkap rasa cinta tak terkira pada sang belahan jiwa.
"Ya, sayang banget. Saya sudah siapkan tempat peristirahatan terakhir nanti bersebelahan sama saya," kata lelaki kelahiran Jogjakarta tersebut.
Baca juga : KKP Maksimalkan Serapan Hasil Tangkapan Nelayan Aceh
Bila pepatah bilang, cinta ada karena biasa. Begitu pula Mbah Bardan dengan kisahnya. "Awal mula saya kenal istri saya, karena dulu suka ngaji bersama, eh lha kok jadi saling cinta," tuturnya.
Dia pun berdoa, ingin masuk surga bersama istri tercinta. "Saya sudah sampai sini. Saya doakan istri masuk surga, saya dan dia bisa bersama di surga," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya