RM.id Rakyat Merdeka - Duplikat Bendera Sang Saka Merah Putih tiba di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, Sabtu (10/8/2024). Sebelum dibawa ke IKN, bendera pusaka dilepas dengan prosesi kirab dulu di Monas, Jakarta.
Prosesi kirab bendera Merah Putih dilakukan di Ruang Kemerdekaan Monumen Nasional kepada Tim Purna Paskibraka 2023 pukul 07.00 WIB. Acara ini dipimpin oleh Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono.
Selanjutnya, bendera tersebut dibawa menggunakan kendaraan taktis (rantis) Maung menuju Pangkalan TNI Angkatan Udara (AU) Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk selanjutnya diterbangkan ke IKN.
Prosesi ini disaksikan ribuan warga yang menggunakan pakaian adat, sambil membawa bendera Merah Putih berukuran kecil. Warga pun histeris dan melambaikan tangan ketika rangkaian kirab melintas di hadapan mereka.
Baca juga : Jasra Putra: Perlu Payung Hukum Tentang Pengasuhan Anak
Tepat pukul 09.53 WIB, bendera Merah Putih kemudian diterbangkan menuju Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan, Kaltim. Dua jam di udara, bendera pusaka pun tiba di Bandara Sepinggan. Setelah tiba, bendera Merah Putih langsung dibawa turun dari pesawat TNI AU oleh Naila Aulita Alqubra Sinapoy, purna Paskibraka dari Provinsi Banten.
Naila lantas menuruni tangga pesawat TNI AU, lalu berjalan beriringan untuk menuju kendaraan taktis Maung yang juga telah dipersiapkan. Kemudian, Naila masuk ke mobil Maung yang dikawal sejumlah kendaraan militer dan motor patroli untuk berangkat menuju Istana Negara IKN.
Prosesi kirab bendera Merah Putih di IKN juga mengundang animo masyarakat sekitar. Khususnya siswa SD, SMP, dan SMA.
Sepanjang jalan menuju IKN, mereka menyambut iring-iringan rombongan sambil membawa bendera Merah Putih berukuran kecil. Tepat pukul 15.28 WITA, bendera Pusaka tiba di IKN untuk disimpan sebelum akhirnya dikibarkan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-79.
Baca juga : Rahmad Handoyo: Ada Penyiksaan Secara Psikologis Dan Fisik
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden (Sekpres), Yusuf Permana menjelaskan, alasan bendera pusaka diangkut pakai Maung. Kata dia, Pemerintah mengedepankan penggunaan produk dalam negeri.
“Ini juga salah satu cara kita mengangkat produksi dalam negeri,” jelas Yusuf, dalam keterangannya, Sabtu (10/8/2024).
Sekadar informasi, Maung adalah kendaraan taktis ringan 4x4 produksi PT Pindad yang ditujukan untuk mendukung operasi pertempuran jarak dekat dan jelajah medan sulit.
“Selain itu, yang menarik dari kirab kali ini adalah rutenya. Biasanya, rute kirab hanya dari Monas ke Istana Merdeka, tetapi kali ini kita menciptakan sejarah dengan menyelenggarakan kirab dari Monumen Nasional menuju ke Ibu Kota Nusantara,” terang Yusuf.
Baca juga : Menhub Kebut Bali Maritim Tourism Hub
Dia bilang, acara kirab ini juga melibatkan sekitar 180 Abang-None dari DKI Jakarta, 122 purna Paskibraka Provinsi DKI Jakarta, serta siswa-siswi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), politeknik, dan pamong praja. Tak hanya itu, kesenian dan kearifan lokal juga turut diangkat untuk mengiringi kirab tersebut.
Pemanfaatan Maung pada prosesi kirab bendera Pusaka mendapat apresiasi dari warganet. “Wow, keren banget,” tulis @AlditiyaNiko. “Luar biasa. Ini akan tercatat dalam sejarah,” timpal @Ahkaf98. “Senang sekali melihatnya. Ini, adalah inspirasi bagi jutaan orang,” timpal @BaviPria.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 11 Agustus 2024 dengan judul Tiba Di IKN, Bendera Pusaka Diantar Si Maung
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.