BREAKING NEWS
 

Disampaikan Di Depan Para Jenderal TNI/Polri

Jokowi: Pak Prabowo Bilang Mau Percepat IKN

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Jumat, 13 September 2024 08:15 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertahanan yang juga Presiden terpilih Prabowo Subianto saat meninjau pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (12/8/2024). (Foto: Biro Pers)

RM.id  Rakyat Merdeka - Banyak yang meragukan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) akan digeber di era Presiden Prabowo Subianto nanti. Namun, semua keraguan itu, langsung ditepis Presiden Jokowi. “Bapak Presiden terpilih (Prabowo) pernah menyampaikan kepada saya, ‘Akan saya percepat (pembangunan IKN), Pak’,” ucap Jokowi menirukan pernyataan Prabowo.

Cerita itu diungkap Jokowi di hadapan perwira dan jenderal-jenderal TNI/Polri, di IKN, Kalimantan Timur, Kamis (12/9/2024).

Kemarin pagi, pukul 07.30 WIB, Presiden bertolak ke Kalimatan Timur dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, menggunakan pesawat kepresidenan. Sesuai rencana, Jokowi mulai berkantor di IKN hingga 19 Oktober mendatang, atau sehari sebelum lengser.

Turut mendampingi Jokowi, Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Komandan Paspampres Mayjen TNI Achiruddin, serta Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana.

Setibanya di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, Kaltim, Presiden langsung menuju IKN dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.

Baca juga : Duel 2 Senator, Siapa Paling Jago?

Sampai di IKN, Jokowi langsung menggelar pertemuan dengan pejabat TNI-Polri di Ruang Nusantara, Istana Negara, IKN. Pejabat TNI-Polri yang hadir adalah pimpinan di tingkat Kabupaten/Kota, hingga level Provinsi, serta pejabat tinggi di institusi masing-masing.

Para pejabat TNI-Polri itu, hadir menggunakan seragam dinas masing-masing. Mereka duduk rapih pada kursi yang telah disediakan pihak protokoler Istana dan menghadap Presiden.

Dalam rapat pengarahan itu, Jokowi didampingi Menko Polhukam Hadi Tjahjanto, Pratikno, Pramono Anung, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Bapak ibu kenapa saya mengajak pertemuannya di IKN? Yang pertama memang saya ingin saudara semuanya melihat IKN. Melihat progres kota masa depan itu seperti apa, melihat semangat transformasi itu seperti apa,” kata Jokowi membuka sambutannya.

Jokowi juga mengungkapkan, rapat kali ini juga atas permintaan dari Kapolri dan Panglima TNI. Tiga minggu lalu, kata Presiden, kedua jenderal kesayangannya itu, meminta izin untuk mengumpulkan pejabat tinggi TNI-Polri, di IKN.

Baca juga : Hari Ini, Paus Kembali Ke Vatikan

“Kenapa harus di IKN? ‘Karena anu Pak, banyak yang belum tahu Pak, IKN. Hanya lihat di TV, lihat di YouTube, lihat di video. Pengin lihat aslinya seperti apa,” imbuh Jokowi menirukan percakapan dengan Panglima TNI dan Kapolri.

Pada momen itu, Kepala Negara lantas menjelaskan, IKN belum jadi sepenuhnya. IKN masih dalam proses pembangunan yang akan memakan waktu 10-20 tahun lagi.

Di sinilah, Jokowi mengungkap komitmen penerusnya, Prabowo terhadap pembangunan IKN. “Bapak Presiden terpilih (Prabowo Subianto) pernah menyampaikan kepada saya, ‘Akan saya percepat, Pak’,” ucap Jokowi.

Akhirnya, mantan Wali Kota Solo ini menyetujui untuk memberi pengarahan kepada TNI/Polri di IKN. Jokowi ingin jajaran TNI/Polri melihat perkembangan pembangunan di IKN sebagai kota masa depan, serta semangat transformasi yang dikejar oleh pemerintah lewat IKN.

Menurut Jokowi, kepindahan ibu kota ke IKN bukan sekadar pindah gedung, pindah istana, lokasi, atau berubah tempat kerja. Namun, yang diinginkan Jokowi, ibu kota pindah dari Jakarta ke IKN dapat mengubah pola pikir. “Ini keinginan besar kita,” ungkap Jokowi.

Baca juga : Tiga Tahun Holding Ultra Mikro BRI Group Layani 176 Juta Nasabah Simpanan Dan 36,1 Juta Debitur

Pindah ibu kota ke IKN juga diharapkan dapat mengubah birokrasi yang rumit menjadi lebih simpel dan efisien. Dari yang muter-muter, jadi cepat. Ada target waktu. Dulunya berbelit jadi simpel dan sederhana.

“Negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat. Bukan negara besar mengalahkan negara kecil, nggak. Negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat,” tegasnya.

Adsense

Presiden juga meminta kepada TNI-Polri ikut menjaga stabilitas jelang transisi pemerintahan. Termasuk menjaga keamanan saat pelaksanaan Pilkada serentak, November ini. “Pastikan proses transisi ini berjalan dengan baik dan lancar. Jangan sampai ada riak-riak yang berpotensi mengganggu,” ungkapnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense