Sebelumnya
Panelis lainnya yakni Guru Besar Universitas Sumatera Utara Profesor Ningrum Natasya Sirait menanyakan mengenai perseteruan antara pimpinan KPK dengan Dewas KPK yang terjadi saat ini.
Menurut Benny, Dewas harus bersikap netral dan tidak boleh ada kepentingan lain maupun kelompok terhadapnya nanti.
Benny lalu dicecar apakah dia bakal bisa obyektif saat menjadi Dewas. Tak langsung menjawab, Benny justru menceritakan pengalamannya saat masih aktif di kepolisian.
Baca juga : Sherina Munaf, Keseret Tren Topik Lavender Marriage
Benny menceritakan, pernah menangkap atasannya karena diduga terlibat sebuah kasus. Atasannya itu menyandang pangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen).
“Saya proses, kami proses secara profesional. Risikonya ada. Karier saya sementara stagnant, tapi habis itu Tuhan kasih jalan,” tuturnya dia.
Sementara panelis anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan dan Cadewas KPK Ivan Yustiavandana menanyakan soal kewenangan Dewas meminta kepada pihak terkait.
Baca juga : Pesan Presiden Sebulan Jelang Lengser, Para Menteri Jangan Bikin Kontroversi
Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) itu menyinggung konflik antara pimpinan dengan Dewas KPK saat ini. Dewas dianggap menyalahgunakan wewenang karena meminta data kepada PPATK.
Benny setuju dengan langkah Dewas yang dipimpin Tumpak Hatorangan Panggabean memintadata kepada PPATK. Lantaran Dewas bertugas melakukan pengawasan insan KPK
“Dimana terjadi penyimpangan, maka Dewas ketika mengumpulkan bukti-bukti salah satunya adalah melalui PPATK,” ujar Benny.
Baca juga : Dunia Penuh Ketidakpastian, Prabowo: Mari Kita Bersatu
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 20 September 2024 dengan judul Tes Wawancara Seleksi Cadewas KPK, Benny Mamoto Dicecar Soal Kasus Ferdy Sambo
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.