BREAKING NEWS
 

6 Juta Data NPWP Diretas Bjorka, Presiden Langsung Bereaksi Cepat

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : SISWANTO
Jumat, 20 September 2024 08:10 WIB
Bjorka meretas 6 juta NPWP milik warga negara Indonesia. (Foto: X/Bjorka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Akun Bjorka kembali berulah. Akun anonim yang sempat menggemparkan publik Tanah Air beberapa tahun lalu itu, muncul lagi dengan kembali melakukan peretasan. Kali ini, yang diretas adalah data Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Tidak tanggung-tanggung, Bjorka meretas 6 juta NPWP milik warga negara Indonesia. Kemudian menjualnya di Breach Forums, platform jual beli data. Parahnya, dari jutaan data tersebut, ada NPWP Presiden Jokowi dan kedua putranya, Gibran Rakabuming Raka serta Kaesang Pangarep.

Selain Jokowi dan kedua anaknya, Bjorka juga menyabotase NPWP milik Menteri Keuangan Sri Mulyani dan beberapa menteri di Kabinet Indonesia Maju. Hal itu bisa dilihat dari Breach Forums, sampel yang diberikan peretas untuk menjual data NPWP korbannya. Rupanya, Bjorka sudah mengunggah data NPWP korbannya itu, sejak awal September.

Kebocoran ini diungkap oleh pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto. Dalam unggahannya di akun X @secgron pada Kamis (19/9/2024), dia menjelaskan, ada 6 juta data NPWP yang diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp 150 juta. Data yang bocor di antaranya Nomor Induk Kependudukan (NIK), NPWP, alamat, nomor handphone, email, dan lain-lain.

Mengetahui NPWP-nya bocor, Presiden Jokowi buka suara. Jokowi langsung memerintahkan anak buahnya untuk segera mengatasinya dan memitigasi agar kasus serupa tidak terulang.

Baca juga : IKN Strategi Jitu Pemerataan Pembangunan

“Saya sudah perintahkan Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) maupun Kemenkeu (Kementerian Keuangan), termasuk BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) untuk memitigasi secepatnya,” kata Jokowi di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (19/9/2024).

Jokowi menjelaskan, kebocoran data NPWP bisa terjadi karena keteledoran password hingga penyimpanan data yang berbeda-beda. “Itu bisa menjadi ruang untuk diretas oleh hacker,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara juga mengatakan, peristiwa ini terjadi di negara lain. “Peristiwa seperti ini kan juga terjadi di negara-negara lain yang semua data itu mungkin karena keteledoran password,” duga Presiden.

Adsense

Terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, telah memerintahkan Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Suryo Utomo untuk mendalami kasus ini. “Seluruh pihak di Kemenkeu untuk melakukan evaluasi terhadap persoalannya, terutama tim IT Kemenkeu,” ucap Sri Mul di Gedung DPR/MPR/DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2024).

Sri Mul berharap, evaluasi bisa dilakukan dengan cepat dan permasalahannya dapat ditemukan. “Nanti akan disampaikan penjelasannya oleh Pak Dirjen Pajak dan tim IT-nya Kemenkeu,” jelas Bendahara Negara itu.

Baca juga : Banteng Jamin Bukan Ngomongin Jatah Menteri

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, Suryo Utomo merespons singkat dugaan kebocoran data NPWP yang tersebar luas di media sosial belakangan ini. “Kami dalami dulu ya,” tuturnya.

Sementara, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Kemenkeu Dwi Astuti menuturkan pihaknya sedang melakukan pendalaman atas kasus ini. “Terkait dengan informasi kebocoran data yang beredar, saat ini tim teknis DJP sedang melakukan pendalaman,” tandas Dwi Astuti.

Terpisah, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, Pratama Persadha menilai, pentingnya mempunyai prosedur back up dan recovery untuk mengantisipasi kebocoran data. Kata dia, back up serta prosedur recovery yang baik dapat mengurangi kebocoran data.

Selain prosedur back up dan recovery, kata dia, perlu menerapkan Kontrol Akses Berbasis Peran (Role Base Access Control/RBAC) untuk memastikan bahwa pengguna hanya memiliki akses ke data dan sistem yang relevan. Kemudian pengelola pusat data juga perlu memiliki manajemen risiko

Ulah akun anonim Bjorka berhasil membuat netizen geram. Akun @FuanHyde heran dengan akun Bjorka yang sempat tenggelam, tapi sekarang kembali lagi. “Bjorka lagi wkwkwk,” sebut dia. “Kebocoran data ini jadi pengingat pentingnya peningkatan keamanan siber di Indonesia. Semoga Pemerintah segera mengambil langkah tegas untuk melindungi data masyarakat ke depannya,” harap @abeehatweets_.

Baca juga : Kominfo Diacungi Jempol

Sementara, akun @pradanaerza mengungkapkan data yang dibocorkan Bjorka merupakan data lama. “Nggak, itu datanya nggak asli, data lama yang belum update yang diambil,” timpal dia. “Entah kenapa udah nggak kaget lagi,” pungkas @risjay_.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 20 September 2024 dengan judul 6 Juta Data NPWP Diretas Bjorka, Presiden Langsung Bereaksi Cepat

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense