Sebelumnya
Sastra dan Kekuatan Cerita
Cerita adalah karya sastra. Baik dalam bentuk suara atau tertulis. Sejak awal manusia hidup, kita telah menggunakan cerita untuk menghibur, memberi informasi, menginspirasi, dan memberikan kesinambungan budaya.
Manusia adalah makhluk emosional. Apapun yang melekat dalam ingatan manusia pasti mengandung emosi di dalamnya. Dan dengan cerita, kita mampu memunculkan emosi itu agar manusia turut hadir dan seolah merasakan sendiri cerita itu.
Sastra yang mewujud dalam cerita menumbuhkan empati bagi pembaca/pendengarnya. Sehingga mereka yang membaca karya sastra mampu mengidentifikasi mana yang baik dan buruk. Mana yang boleh dilakukan dan yang tidak.
Secara tidak langsung, sastra menumbuhkan perilaku baik di alam bawah sadar manusia dan tentu saja menguatkan karakter bangsa Indonesia.
Baca juga : Peluang dan Tantangan Masa Depan Artisan Tea
Dalam hal ini, sastra menjadi komponen penting untuk memperbaiki moral dan mungkin upaya revolusi mental untuk anak bangsa yang mulai hilang karakter ke-Indonesian-nya karena tergerus oleh modernitas dunia.
Sastra Masuk Kurikulum
Kemdikbudristek membuat trobosan dengan memasukkan sastra ke dalam kurikulum sekolah sebagai bagian dari episode ke-15 Merdeka Belajar.
Program ini diinisiasi oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) sejak tahun 2023 dengan mengumpulkan para sastrawan, akademisi, dan pendidik dengan memunculkan buku sastra rekomendasi sekaligus modul ajarnya.
Ini bukan kali pertama sastra masuk kurikulum, sebelumnya pada Oktober 1999 ada program “Sastra Masuk Sekolah” yang difungsikan untuk mengatasi kondisi “nihil buku” di sekolah-sekolah.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Salurkan SAF Ke Citilink
Kemudian pada tahun 2000-an, program ini diperluas dengan kegiatan Sastrawan Bicara Siswa Bertanya (SBSB) yang bertujuan mendekatkan sastra kepada murid.
Lebih jauh lagi, inisiasi BSKAP juga pernah dilakukan oleh Komisi Bacaan Rakyat atau KBR (Commise voor de Inlandsche School en Volksclectuur) pada 14 September 1908, saat Belanda menjajah Hindia Belanda.
KBR di zaman itu untuk bersifat politis, yaitu untuk mengendalikan bahan bacaan rakyat agar tidak mengonsumsi bacaan-bacaan yang bersifat melawan penjajah dan semangat merdeka. Program KBR kemudian menjadi besar dan berubah nama menjadi Balai Pustaka.
Meski bersifat politis dan mengekang, Balai Pustaka mampu membangun 2.800 Taman Bacaan Rakyat yang kemudian Balai Pustaka ini menjadi pilar sastra dan budaya bangsa.
Salah satu karya Balai Pustaka yang fenomenal adalah novel Siti Noerbaja, karya Mrah Roesli. Saya melihat banyak sekali pro dan kontra, dan mungkin banyak kontranya, ketika Kemendikbudristek membuat program “Sastra Masuk Kurikulum”.
Baca juga : 20 Capim Tersisih, Salah Satunya Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron
Tentu saja sebagai lembaga negara yang mengurusi pendidikan rakyat Indonesia, kritikan dan cacian adalah hal biasa dan harus diterima. Tapi, kritikan itu tidak boleh sampai membuat program ini jalan di tempat jika tidak ingin disebut mati suri.
Pilihan karya sastra untuk sekolah yang telah dibuat oleh kurator yang dianggap kurang teliti dan memasukkan karya sastra yang mengandung pornografi untuk anak sekolah tetap harus diamputasi. Program ini adalah upaya untuk mengembalikan jati diri bangsa kita yang sepanjang perjalanan hidupnya tidak pernah terlepas dari karya sastra.
Dengan memasukkan sastra pada kurikulum, adalah upaya vital untuk mengatasi kegelisahan bangsa kita yang mulai kehilangan nilai-nilai moralnya. Apalagi di tengah banyak program Pemerintah untuk memperbaiki moral yang tidak kunjung ada hasilnya.
Lalu apakah sastra masuk kurikulum itu perlu? Jawabannya tidak saja perlu, itu adalah identitas dan jati diri bangsa kita. Tanpa sastra, kita hanya seonggok manusia di dalam negara yang nihil moral dan empati.
Penulis adalah Septian Pribadi, esais yang juga Peneliti di Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Tebuireng Media Group.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.