Dark/Light Mode

Wujudkan Infrastruktur Hijau, Basuki Rayu Menteri Iklim Bangladesh

Kamis, 13 Juni 2024 05:30 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono bertemu Menteri Lingkungan, Hutan dan Perubahan Iklim Bangladesh, Saber Hossain Chowdhury di  Konferensi Dekade Aksi Air Dushanbe ke-3 di Republik Tajikistan, Selasa (11/6).
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono bertemu Menteri Lingkungan, Hutan dan Perubahan Iklim Bangladesh, Saber Hossain Chowdhury di Konferensi Dekade Aksi Air Dushanbe ke-3 di Republik Tajikistan, Selasa (11/6).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Lingkungan, Hutan dan Perubahan Iklim Bangladesh, Saber Hossain Chowdhury di Konferensi Dekade Aksi Air Dushanbe ke-3 di Republik Tajikistan, Selasa (11/6).

Menteri dari PDI Perjuangan ini mengatakan, dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045, PUPR mendorong pembangunan infrastruktur hijau. Hal ini tertuang dalam rencana strategis Kementerian PUPR tahun 2020-2024, di mana infrastruktur hijau bertujuan untuk membangun infrastruktur yang tahan bencana.

“Untuk mendukung terwujudnya infrastruktur hijau, PUPR telah menerapkan standar untuk bangunan gedung cerdas dan bangunan gedung hijau yang tertuang dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 10 Tahun 2023. Saat ini kami tengah menerapkan standar ini di gedung-gedung yang dibangun di Ibu Kota Nusantara (IKN),” ungkap Basuki.

Di samping itu, lanjut Bas, sapaan populernya itu, inisiatif infrastruktur hijau juga dilakukan dengan cara meningkatkan kapasitas dan memperbaiki infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan pengelolaan limbah padat. 

Baca juga : Basuki Didoakan Bertahan

Dalam pengelolaan air, PUPR mendorong solusi berbasis alam untuk memulihkan dan memelihara siklus hidrologi global guna melindungi dan memulihkan ekosistem alami.

“Saat ini, kami sedang proses mewujudkan IKN sebagai kota hutan cerdas, kota berketahanan dan mencapai emisi net zero,” tambah Basuki.

Salah satu langkah yang diambil dalam mencapai emisi net zero dengan menerapkan transisi sumber energi terbarukan, salah satunya pembangunan bendungan PLTA. 

Ia mengungkapkan, Indonesia telah membangun 248 bendungan di mana 61 bendungan dibangun pada periode 2015-2024, di mana 43-nya memiliki potensi PLTA 255,15 MW. Sementara di antara 248 bendungan, terdapat 246 bendungan memiliki potensi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung hingga 13,575 MW. 

Baca juga : Menko Airlangga Tawarkan 21 Proyek Infrastruktur Hijau Di IPEF 2024 Singapura

Melalui pertemuan ini, Basuki berharap dapat meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Bangladesh yang sudah terjalin selama 50 tahun. 

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dan kerja sama untuk memperkuat hubungan bilateral kita,” katanya.

Dalam pertemuan ini, Menteri Basuki juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas partisipasi Bangladesh dalam World Water Forum ke-10 yang telah diselenggarakan di Bali, 18-25 Mei 2024.

Pengelolaan Mangrove

Baca juga : Ini Jurus PGN Bikin Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Efisien

Sementara Menteri Chowdhury berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia terutama pada pengelolaan sektor hutan, peringatan dini banjir, bencana alam dan material ramah lingkungan. 

“Di samping itu, kami juga berharap ada kerja sama KPBU dalam pengelolaan mangrove. Kami memiliki hutan Sundarbans yang merupakan situs warisan dunia UNESCO. Melalui kerja sama ini kami harap bisa meningkatkan penanaman mangrove,” ucap Chowdhury.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.