BREAKING NEWS
 

Terkait Potensi Megathrust

Budaya Siaga Bencana Harus Mulai Dibangun

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Kamis, 26 September 2024 07:25 WIB
Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB, Agus Wibowo dalam acara diskusi bertema Tips dan Trik Menghadapi Gempa Megathrust secara daring, Rabu (25/9/2024). (Foto: YouTube BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mulai membangun budaya siaga bencana yang baik. Pasalnya, potensi megathrust di Indonesia bukan hanya gempa, tapi bencana alam lain seperti tsunami hingga longsor.

Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo menyatakan, manajemen penanggulangan bencana yang ada selama ini selalu diartikan publik sebagai usaha atau tindakan pasca bencana. Padahal, salah satu bagian dari penanggulangan bencana, meliputi usaha yang harus dilakukan sebelum bencana terjadi.

“Manajemen penanggulangan bencana terdiri dari pencegahan, tanggap darurat dan rehabilitasi. Kesalahan persepsi yang selama ini terjadi di ruang publik harus diluruskan agar kita selalu siap menghadapi bencana,” ujar Agus dalam webinar Tips dan Trik Menghadapi Gempa Megathrust, Rabu (25/9/2024).

Baca juga : Kampanye Kotak Kosong Tidak Dapat Fasilitas KPU

Bercermin dari hasil survei situasi penyelamatan Gempa Kobe tahun 1995 di Jepang, lanjut dia, sebanyak 35 persen warga Jepang bisa selamat karena usaha sendiri dan 31,9 persen selamat karena bantuan keluarga.

Menurut dia, tingginya tingkat keselamatan itu disebabkan ad­anya penananaman budaya siaga bencana yang baik di Jepang.

“(Di bencana Gempa Kobe 1995) juga tercatat 28 persen diselamatkan pejalan kaki yang lewat. Hanya 2,6 persen yang selamat karena diselamatkan oleh tim penyelamat,” jelasnya.

Baca juga : IPA Buaran III Siap Pasok Air Ke 300 Ribu Keluarga

Penanaman budaya siaga ben­cana, kata Agus, juga bagian dari usaha pencegahan dalam mana­jemen penanggulangan bencana.

Lebih lanjut, Agus memuturkan, budaya siaga bencana terdiri dari lima poin penting. Pertama, mengerti risiko.

“Maksudnya, masyarakat memahami jenis bencana apa saja yang mungkin terjadi di wilayahnya. Usaha pemahaman bencana ini wajib didukung oleh Pemerintah Daerah (Pemda) masing-masing,” katanya.

Baca juga : AS Roma Vs Athletic Bilbao, Uji Nyali Pelatih Baru

Kedua, dalam budaya siaga bencana, masyarakat selalu siap siaga. Pada poin ini, seluruh masyarakat dan Pemda diharapkan bisa selalu dalam kondisi siap, karena bencana bisa datang kapan saja. Di antaranya, mem­bekali diri dengan perlengkapan darurat bencana, membangun jalur dan spot evakuasi, hingga menyelenggarakan pelatihan kedarutan bencana.

Poin ketiga, sebut Agus, budaya siaga bencana juga harus membangun partisipasi aktif. Pemerintah, di tingkat pusat dan daerah, harus bisa melibatkan masyarakat dalam kegiatan yang bertujuan mengurangi risiko bencana, seperti melakukan gotong royong pembersihan saluran air atau mengadakan acara membersihkan sampah di sungai.

Adsense

Poin keempat dan kelima, dalam budaya siaga bencana adalah tentang pentingnya saling membantu dan menjaga lingkungan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense