BREAKING NEWS
 

Sukses Tangani Perkara-perkara Besar, Advokat Dr. Saleh Bagikan 3 Tips Ini

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 7 November 2024 22:43 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Selama 21 tahun menekuni profesi sebagai lawyer di Jakarta, Dr. Saleh, SH, MH, telah menangani berbagai macam perkara perdata, pidana umum/ khusus, TUN, perbankan, pemilu/pilkada, dll. Kliennya berasal dari kalangan korporasi BUMN/ Swasta, perseorangan, sampai instansi pemerintah, baik di daerah dan pusat.

Mulai dari Menteri, Gubernur, Bupati/ Wali Kota. Salah satu kliennya adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga periode 2014-2019, Imam Nahrawi.

Selain itu, Saleh pernah ditunjuk sebagai pengacara Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dalam menangani sejumlah kasus besar.

Di antaranya, di PTUN Jakarta Perkara133/G/TF/2024/PTUN.JKT yang diajukan oleh PDI Perjuangan terkait proses pencalonan Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Perkara tersebut dimenangkan Saleh.

Perkara lainnya adalah KPU RI sebagai Tergugat II No. 1033/PDT/2024/PT.DKI terkait dugaan ijazah palsu, dan banyak perkara besar lainnya.

Menurut Saleh, ada tiga hal yang dirinya pegang selama menangani berbagai kasus. Pertama soal ketelitian. Dia menganggap bagian ini tidak boleh luput dalam menangani berbagai persidangan.

"Kami paham, klien datang ke kami karena ada masalah, ya kami harus teliti titik, koma, tanggal, semua harus runut, kita baca dan teliti kemudian dikaji secara mendalam dari sisi hukumnya. Saya juga mengajarkan semua rekan-rekan yang ada kantor saya untuk biasakan teliti," ujar Saleh, Kamis (7/11/2024).

Baca juga : Buntut Vandalisme, 3 Perjalanan Kereta Cepat Di Paris Dibatalkan Hari Ini

Bahkan, lanjut Saleh,.dirinya harus tahu lebih dalam kasus yang ditangani sebelum memulai presentasi ke klien.

"Misalnya saya hari ini janji ketemu dengan klien, nah saya teliti betul data dan berkas dato perkara tersebut, duduk persoalan seperti apa, sehingga klien merasa sangat nyaman dan mengerti bahwa kami bersungguh-sungguh dalam menangani perkaranya," kisahnya.

“Kalau bisa kami harus lebih tahu masalahnya klien lebih dari klien itu sendiri, sehingga klien merasakan bahwa kami lawyer yang gigih dan pantang menyerah menyelesaikan permasalahannya,” sambungnya, diselingi tawa santai.

Bila ketelitian sudah didapat, maka di poin kedua, Saleh akan terbuka dengan klien lewat penawaran berbagai pandangan dari bermacam sudut pandang.

"Bila kita sudah biasa dengan ketelitian itu, klien pasti senang dan percaya. Lalu muncul rasa terbuka, kami juga terbuka dalam menangani permasalahan yang ada," beber Saleh.

Bahkan, bila dalam suatu kasus, posisi klien berat untuk menang dalam persidangan, Saleh pun akan terus terang.

Adsense

“Kami akan sampaikan secara hukum apa adanya, itu bentuk ketelitian dan keterbukaan kami di awal tadi,” tutur pemilik Law Office Saleh and Partners yang saat ini berkantor di Gedung Soho Pancoran, Jakarta Selatan itu.

Baca juga : Gazalba Saleh Berkali-kali Mohon Agar Tidak Ditahan

Klien yang kalah pun, tetap merasa puas. Mengapa? Karena Saleh telah menyampaikan segala informasi secara teliti dan terbuka dengan membuatkan legal opinion dari awal pertemuan.

Untuk mendapatkan itu semua, modal pengalaman saja tidaklah cukup. Saleh mengakui jatuh bangun dirinya dalam menangani ratusan perkara dipengaruhi ilmu yang didapat dari bangku sekolah.

Di tengah kesibukannya jadi pengacara, Saleh membagi waktu untuk mengambil Magister Ilmu Hukum di Universitas Jayabaya dalam kurun waktu (2011-2014) usai menamatkan Sarjana Hukumnya di tahun 2003.

Pendidikan sendiri, menurut Saleh, wajib ditekuni agar dirinya mampu setara saat berdialog dengan klien dalam hal ide dan gagasan, sehingga dia bisa menjadi lawyer yang percaya diri, pendengar yang baik, dan memiliki insting yang tajam.

"Klien kami ini datang dari berbagai kalangan, sebagai lawyer ibu kota saya menilai bahwa saya harus setara atau setingkat lebih tinggi soal ilmu. Karena bahasan yang dibahas juga agak susah, masa sebagai lawyer tidak paham? Ya malu lah kita kalau sampai begitu, makanya saya memutuskan untuk sekolah lagi,” jelas pria yang hobi bermain golf ini.

Tidak puas dengan gelar Magister, Saleh mengambil gelar Doktor Ilmu Hukum di Universitas Brawijaya Malang pada tahun 2018 dan sudah selesai.

Saleh melihat, ada nilai lebih yang dirasakan bila dirinya menyandang gelar Doktor saat mendampingi klien.

Baca juga : Bunga Citra Lestari, Asyik Dugem Bareng Tiko

Jika tidak memaksakan sekolah Doktor, mungkin pemikirannya akan dangkal untuk memahami permasalahan klien.

Namun usai menyelesaikan Doktor, dia terbiasa memahami secara mendalam, bahkan yang tersirat dari semua perkara yang ditanganinya.

“Itulah yang membuat klien percaya, karena kita bisa tawarkan segala sudut pandang ke mereka," ungkapnya.

Saleh memiliki motto: mengabdi sebagai pengacara handal, harus terus belajar dan tidak ada kata puas dalam pencapaian.

"Kita jangan sekali-kali berpuas diri dengan apa yang kita capai hari ini, jadi terus-terus bermimpi membuat lompatan jauh ke depan, terus mengasah diri," tutur pria kelahiran Situbondo tahun 1978 itu.

Saleh pun mengajak para advokat atau pengacara muda agar terus belajar dan memperkaya diri dengan meluaskan jaringan.

“Dengan begitu, advokat muda dapat belajar dari berbagai kasus baru yang semakin membuat dirinya matang,” pesan Saleh yang pernah mendapatkan penghargaan Top 100 Law Firms tahun 2023 itu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense