Sebelumnya
Ia pun enggan menjawab panjang saat disinggung sikap partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang siap menggelar karpet merah untuknya beserta keluarga sebagai anggota baru. “Tunggu saja,” ujar putra sulung Jokowi itu, sambil tersenyum.
Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution yang saat ini menjadi Cagub Sumut mengaku tak mau ambil pusing dengan sikap PDIP yang mengumumkan pemecatannya dari keanggotaan partai.
Menantu Jokowi ini bahkan menegaskan, sudah lama berseragam Partai Gerindra. “Saya kan Gerindra, sudah dari kemarin, bukan dari sekarang,” ujar Bobby, di Hotel Mercure Medan, Selasa (17/12/2024).
Baca juga : 1 Dolar = 16.000 Rupiah, Airlangga: Nanti Kita Lihat...
Suami dari Kahiyang Ayu ini juga menyampaikan, pemecatannya dari PDIP tak lantas membuat hubungannya dengan kader Banteng di Medan menjadi renggang. “Dengan PDIP baik, tadi duduk di samping anggota DPRD Medan dari PDIP,” ungkapnya.
Sebelumnya, Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun menegaskan, pemecatan ini merupakan perintah langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang ditetapkan di Jakarta pada Sabtu, 14 Desember 2024. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Megawati serta Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.
Pemecatan ini. kata Komarudin, dilakukan berdasarkan pertimbangan yang dilakukan DPP Partai dan telah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Dengan demikian, segala bentuk tindakan yang dilakukan Jokowi, Gibran, maupun Bobby, tak lagi menjadi tanggung jawab PDIP.
Baca juga : Agus Sujanto: Upaya Sosialisasi Dari Pemerintah Masih Minim
Sementara, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menegaskan, pihaknya siap menyambut Jokowi dan keluarganya jika ingin berseragam Beringin.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini menekankan, Golkar adalah partai yang terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin berjuang lewat jalur politik.
“Golkar itu terbuka bagi semua anak bangsa yang ingin mengabdikan dirinya lewat politik lewat partai. Jadi Golkar sangat inklusif ya,” kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/12/2024).
Baca juga : Hanif Dhakiri: Ini Langkah Strategis Perkuat Keuangan Daerah, Wakil Ketua Komisi XI DPR
Bahlil menilai, Jokowi merupakan sosok negarawan yang patut diperhitungkan dalam kancah perpolitikan nasional. Begitu pula dengan Gibran dan Bobby, yang saat ini mengantongi suara terbanyak dalam Pilgub Sumatera Utara.
Meski begitu, Bahlil tidak mau memaksa Jokowi dan keluarganya untuk bergabung ke dalam Golkar. Dia menyerahkan keputusan tersebut kepada masing-masing pihak.
“Setiap partai pasti punya keinginan untuk mengajak tokoh-tokoh yang potensial. Pak Jokowi kan mantan presiden. Pasti punya apa ya, simpati yang banyak orang, dukungan yang banyak orang. Ya kita lihat lah,” pungkasnya. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.