BREAKING NEWS
 

MBG Belum Diterima Semua Anak, Presiden Minta Maaf

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Selasa, 21 Januari 2025 08:58 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan para siswa usai peresmian proyek ketenagalistrikan, di PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto meminta maaf karena saat ini semua anak belum bisa menikmati Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo berjanji, di akhir 2025, semua anak Indonesia dapat menikmati program unggulannya ini.

Program MBG mulai dilaksanakan pada 6 Januari lalu. Per 17 Januari, program ini sudah hadir di 31 provinsi yang dilayani 238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), ada 650.000 anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menikmati program ini.

Prabowo mengakui, teknis pelaksanaan MBG untuk seluruh penerima tidak mudah dilakukan. "Untuk itu, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, minta maaf kepada seluruh orang tua, kepada semua anak-anak yang belum menerima," ucap Prabowo, usai peresmian proyek ketenagalistrikan, di PLTA Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).

Prabowo berjanji akan segera merealisasikan program prioritasnya itu secara menyeluruh. Kepala Negara ingin semua anak di Indonesia dapat merasakan MBG pada akhir tahun ini.

"Saya yakini akhir 2025, semua anak Indonesia akan dapat makan bergizi," tutur Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Baca juga : Bantah Retak Dengan Ara, Hashim: Masih Cipika-cipiki

Prabowo membeberkan, program bersejarah itu membutuhkan proses secara administrasi dan realisasi secara fisik, sehingga membutuhkan waktu. Hal ini membuat pelaksanaan Program MBG tidak bisa seketika.

"(Ada) proses mengamankan supaya uang yang dikirim tidak hilang. Itu ada proses yang harus kita laksanakan. Oleh karena itu, membutuhkan waktu," imbuhnya.

Prabowo menegaskan, Pemerintah berupaya yang terbaik dan tercepat agar program itu dapat segera berjalan di seluruh Tanah Air. Ia menjamin tidak ada masalah dana terkait program itu.

Adsense

"Saya beri penekanan, diupayakan cari cara yang terbaik dan tercepat supaya anak-anak bisa merasakan. Tapi, kalau belum merasakan saya minta maaf," ucapnya.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengaku telah diminta Prabowo melakukan kerja sama strategis dengan sejumlah pihak untuk dapat memberikan MBG kepada semua anak Indonesia. Salah satu kerja sama yang dilakukan yaitu dengan PBNU untuk menjangkau 5 juta santri.

Baca juga : PKB: Kawal Program Swasembada Pangan

"Ada 5 juta santri di seluruh Indonesia yang itu juga menjadi bagian penerima manfaat yang sudah dimasukkan di dalam program," kata Dadan, di Kantor PBNU, Senin (20/1/2025).

Dia berharap, upaya ini dapat mempercepat distribusi MBG kepada jutaan santri dan mendukung visi Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas hidup generasi muda melalui akses pangan sehat. Dadan juga meyakini, Program MBG tidak hanya bermanfaat untuk masa depan santri, tetapi juga sisi ekonomis pesantren. Sebab itu, pihaknya menggandeng PBNU.

"NU akan mempercepat proses pelayanan makanan bergizi sama seperti yang diharapkan Bapak Presiden. Dengan kerja sama antar lembaga, kegiatan ini akan berjalan secara formal dan juga lebih sistematis," kata Dadan.

Selain PBNU, BGN juga telah bekerja sama dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Penandatanganan MoU ini dilakukan di SPPG Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1/2025).

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji mengatakan, pihaknya dan BGN sepakat untuk berkolaborasi dalam melakukan intervensi terhadap Keluarga Risiko Stunting (KRS), khususnya yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Baca juga : Kok Bisa, 1 Juta Pemilih Tidak Ada Tanda Tangan

Fokus utama kolaborasi ini untuk memastikan pemenuhan gizi bagi kelompok tersebut lewat MBG. "Kami berperan dalam penyediaan data, khususnya data bumil, ibu menyusui, dan balita penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis," kata Wihaji.

Wihaji mengklaim, Tim Pendamping Keluarga (TPK) dari Kemendukbangga turut berperan setiap hari dalam mendistribusikan makanan bergizi. Ia juga mengatakan, kerja sama ini sebagai bentuk realisasi intervensi berbasis pentahelix.  

"Tim Pendamping Keluarga nanti mendukung BGN untuk pendistribusian, juga pendataan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Termasuk dukungan untuk edukasinya," pungkas Wihaji.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense