BREAKING NEWS
 

Ikut Warnai Keputusan Publik

Ma’ruf Amin Ajak Para Kiai Berpolitik

Reporter : BOY SAKTI HAPSORO
Editor : WIDIA SAPUTRA
Rabu, 19 Maret 2025 07:30 WIB
Ketua DPD Golkar DKI Jakarta, Ahmed Zaki Iskandar. (Foto: Instagam/kyai_marufamin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Dewan Syuro PKB, KH Ma’ruf Amin, mengajak para kiai untuk ikut berpolitik. Wakil Presiden ke-13 RI itu menganggap, keberadaan kiai dalam setiap pengambilan keputusan untuk masyarakat, sangat penting.

“Kiai harus memberi warna dengan warna Allah, warna iman, warna syariat, melalui dakwah, pendidikan, ekonomi, apalagi politik. Politik juga iya, karena se­gala keputusan penting di negeri ini, warnanya seperti Allah, pen­didikannya, ekonominya,” ujar Kiai Ma’ruf, Selasa (18/3/2025).

Dia menjelaskan, tugas kiai bukan semata agama. Andil kiai diperlukan dalam politik. Menu­rutnya, kiai dan ulama dapat mem­beri warna melalui dakwah, pendi­dikan, pesantren, ekonomi syariah, dan pemberi warna politik.

Baca juga : Guru Sekolah Rakyat Akan Berasal Dari ASN

"Banyak kiai bilang, politik bu­kan urusannya. Kiai itu kerjanya ngaji, dakwah, doa, jampe-jampe, sembar-sembur," kelakarnya.

Menurut Kiai Ma'ruf, perlu­nya kiai berpolitik karena segala keputusan penting negara dipu­tuskan melalui politik. Apabila kiai tidak ikut dalam pengam­bilan keputusan politik, kepu­tusannya tidak ada warna kiai.

Adsense

"Karena itu kiai harus me­ngambil peran politik, maka bisa memberi warna politik dalam setiap keputusan di negeri ini. Maka kiai dari dulu selalu mengambil peran politik, para muasis, pendiri NU itu," jelas mantan Rais Aam PBNU ini.

Baca juga : Golkar DKI Komit Dukung Pemerintahan Pram-Rano

Dia lalumengisahkan peran Nahdlatul Ulama (NU) ikut ber­politik melalui Hasyim Asy'ari dan sejumlah kiai lainnya. NU juga pernah mendirikan partai politik dan Ma'ruf Amin ikut terlibat pada partai tersebut.

"Saya jadi anggota DPRD DKI Jakarta tahun 1971 Partai NU, umur saya belum 30 tahun. Saya anggota termuda, tapi saya Ketua Fraksi Golongan Islam, Gubernurnya (kala itu) Ali Sa­dikin, bintang 3," kenangnya.

Seiring berjalannya waktu, para pengurus NU berusaha kem­bali membentuk partai politik. Saat itu, Ma'ruf Amin dengan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, berbagi peran antara kepar­taian dengan NU.

Baca juga : InJourney Pede Hunian Hotel BUMN Meningkat

"Kata Gus Dur, kiai yang di partai (Ma'ruf Amin), saya yang di NU (Gus Dur). Oke, saya di partai, Gus Dur di NU," ungkapnya.

Selanjutnya, didirikan PKB dan mendorong Gus Dur men­jadi presiden. Setelah Gus Dur menjadi Presiden, Ma'ruf Amin kembali memegang PBNU hing­ga menjadi wakil presiden.

"PKB memang didirikan seba­gai wadah gerakan kiai, jadi PKB didirikan sebagai gerakan politik kiai. Dengan demikian, sejak awal PKB sebagai gerakan politik kiai, bukan kiai politik," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense