Sebelumnya
Dia menilai, kontribusi atau jasa Soeharto pada kemerdekaan sangat besar dan tidak memiliki masalah. Namun, penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional akan memunculkan sudut pandang kritis, bagaimana seseorang yang pernah menjadi pemimpin dalam kejahatan HAM dan represi kebebasan pers diberi gelar pahlawan.
Sebab itu, Agus menyarankan adanya pengkhususan dan kategorisasi, jika Pemerintah tetap ingin memberikan gelar pahlawan nasional pada Soeharto.
“Penulisan sejarah itu harus memperhatikan konteks. Misalnya, ada kategori pahlawan nasional dalam bidang tertentu, sehingga bisa diberikan gelar namun dalam konteks dan catatan,” ujarnya.
Baca juga : Potensi Bisnis Fintech Tahun Ini Masih Seksi
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih mengungkapkan, pihaknya telah mengantongi 10 nama calon Pahlawan Nasional 2025.
Beberapa tokoh yang diusulkan, di antaranya Abdurrahman Wahid (Jawa Timur), Soeharto (Jawa Tengah), Bisri Sansuri (Jawa Timur), Idrus bin Salim Al-Jufri (Sulawesi Tengah), Teuku Abdul Hamid Azwar (Aceh) dan Abbas Abdul Jamil (Jawa Barat).
Di media sosial X, kembali masuknya nama Soeharto sebagai salah satu kandidat calon pahlawan nasional ramai diperbincangkan netizen. Ada yang pro dan kontra.
Baca juga : Perempuan Migran Kudu Melek Finansial
“Soeharto memang punya sisi kelam. Tapi, kita juga tidak boleh tutup mata atas capaiannya pada pembangunannya di Indonesia,” cuit akun @layorseikoo0091.
“Kalau mau dikasih gelar pahlawan, silakan saja, nggak usah gaduh. Toh gelar itu tidak bisa mempengaruhi timbangan amal seseorang di mata Allah,” cetus akun @87290673892_.
“Saya menolak keras rencana pemberian gelar pahlawan kepada jenderal Soeharto! Selama 32 tahun berkuasa tak terhingga jenis kejahatan dan banyaknya kejahatan yang telah dia lakukan,” tulis akun @pasifisstate.
Baca juga : Dinkes DKI Kudu Lebih Kenceng Atasi Stunting
“Pahlawan itu orang yang berkorban demi menyelamatkan orang lain. Dia justru mencelakai banyak rakyat dan korupsi,” timpal akun @savicali. [SSL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.