BREAKING NEWS
 

Di Forum OKI, Rahayu Saraswati Bahas Soal Tarif AS Hingga Perang India Pakistan

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Rabu, 14 Mei 2025 21:38 WIB
Wakil Ketua Komisi VII DPR yang juga anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Foto: DPR

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi VII DPR yang juga anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP), Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menyoroti sejumlah isu strategis dalam pertemuan Parlemen Negara-Negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) atau Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC). Salah satu perhatian utamanya adalah dampak tarif perdagangan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap industri.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi industri kita, terutama terkait tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Karena itu, dalam beberapa hari terakhir kami membahas alternatif-alternatif yang bisa diberikan untuk melindungi sektor industri yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Saraswati kepada Parlementaria di Gedung Nusantara DPR, Jakarta, Rabu (14/5).

Baca juga : Indonesia Serukan India-Pakistan Berdamai

Menurut Saraswati, tantangan global seperti kebijakan proteksionis sejumlah negara besar harus dihadapi dengan kebijakan nasional yang responsif dan inklusif. Dalam konteks PUIC, ia melihat pentingnya memperkuat pemahaman dan solidaritas antarnegara anggota, salah satunya melalui pendekatan budaya.

Adsense

“Pertukaran budaya menjadi penting agar tercipta pemahaman yang lebih baik antar masyarakat. Kesetaraan dan inklusivitas dalam memandang satu sama lain adalah kunci,” ujarnya.

Baca juga : 31 Warganya Tewas Dalam Serangan India, PM Pakistan Siap Tuntaskan Dendam

Ia juga menyoroti posisi strategis Indonesia di forum PUIC. Meski Indonesia bukan negara Islam secara konstitusional, kontribusinya dinilai sangat signifikan dan potensial dalam memperkuat aliansi antarnegara anggota.

“Indonesia jelas merupakan salah satu negara terkuat dalam forum ini. Walaupun kita adalah republik, bukan negara Islam, kami ingin menjadi bagian dari pihak yang memimpin terbentuknya aliansi baru yang membawa manfaat bagi seluruh anggota PUIC,” kata Saraswati.

Baca juga : Cahaya Kartini, Pertamina Hadirkan Tiga Perempuan Inspiratif

Ketika ditanya mengenai posisi forum terhadap konflik regional seperti perselisihan antara Pakistan dan India, Saraswati menegaskan bahwa forum PUIC tidak dibatasi pada konflik tertentu. Menurutnya, pendekatan kolektif lebih dikedepankan untuk menjawab tantangan lintas kawasan.

“Forum ini lebih berfokus pada konflik-konflik tertentu, namun tidak terbatas pada kawasan tertentu saja. Kami selalu berupaya mengangkat agenda-agenda yang berdampak luas bagi seluruh anggota, dengan bahasa perdamaian dan semangat mempererat kerja sama, bukan memperdalam perpecahan,” tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense