BREAKING NEWS
 

Tembus 3,7 Juta Ton

Alhamdulillah, Beras Melimpah

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 15 Mei 2025 08:00 WIB
Pekerja mengangkut karung berisi beras Bulog di Gudang Penyimpanan Bulog, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

 Sebelumnya 
Mentan menambahkan, melimpahnya stok tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen beras terbesar di kawasan ASEAN. Bahkan, melampaui negara-negara utama seperti Thailand dan Vietnam.

Bahkan, kata Mentan, melimpahnya produksi beras dalam negeri mampu menurunkan harga beras global. Saat ini, harga beras internasional berada di kisaran 390 dolar AS per ton. Harga itu turun dari posisi 460 dolar AS per ton ketika Indonesia masih aktif mengimpor beras.

“Artinya apa? Indonesia berpengaruh, berpengaruh pada harga beras dunia,” urainya.

Baca juga : Jokowi: Masih Dalam Kalkulasi

Sebelumnya, laporan resmi United States Department of Agriculture (USDA) juga memprediksi produksi beras Indonesia akan naik. Bahkan, tertinggi di Asia Tenggara.

Berdasarkan laporan USDA Rice Outlook April 2025, produksi beras Indonesia untuk musim tanam 2024/2025 diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, meningkat 600 ribu ton dari proyeksi sebelumnya dan naik 4,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Sementara, Vietnam menempati urutan kedua dengan produksi beras sebesar 26,5 juta ton. Disusul Thailand dengan produksi 20,1 juta ton beras, Filipina 12 juta ton, Kamboja 7,337 juta ton, Laos 1,8 juta ton, dan Malaysia 1,750 juta ton.

Baca juga : Rekor Nih, Pemilihan Bupati Barito Utara Sampai 3 Kali

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menuturkan, stabilitas dan terjaganya pasokan pangan membuat harga dan inflasi semakin terkendali. Dampak lainnya adalah Pemerintah mampu menjaga daya beli masyarakat secara merata di seluruh Indonesia.

“Tingkat inflasi masih cukup terkendali, terutama komponen volatile food atau inflasi pangan sehabis peak season Ramadan dan Idul Fitri tahun ini,” ujarnya.

Senayan pun memuji meningkatnya produksi beras. Anggota Komisi IV DPR Daniel Johan mengatakan, hal ini merupakan hasil kerja bersama semua pihak. Dengan capaian ini, Indonesia bisa mewujudkan swasembada pangan.

Baca juga : Wamenkes: Masih Wacana, Butuh Kajian Mendalam

“Ini suatu capaian yang patut kita apresiasi, dan yang paling utama adalah jasa petani kita. Kita bangga atas capaian ini,” kata Daniel saat dihubungi Rakyat Merdeka, Rabu (14/5/2025).

Menurut Daniel, instrumen utama dalam mewujudkan swasembada pangan adalah menggenjot jumlah produksi beras agar bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dengan begitu, ketergantungan impor bisa dihentikan.

“Tujuan akhir adalah meningkatnya kesejahteraan petani kita, karena berkat mereka capaian ini bisa dirasakan,” pungkas politisi PKB itu. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense