BREAKING NEWS
 

URC Gelar Aksi 177, Tiga Tuntutan Disuarakan Pengemudi Ojol

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Rabu, 16 Juli 2025 12:36 WIB
Foto: URC.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ratusan pengemudi ojek online yang tergabung dalam Unit Reaksi Cepat (URC) bakal menggelar Aksi 177: URC Bergerak! di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Aksi ini menyuarakan Tritura URC, atau Tiga Tuntutan Rakyat Aspal, sebagai bentuk perlawanan terhadap ketidakpastian hukum dan narasi sepihak yang selama ini dianggap merugikan pengemudi ojol.

Jenderal Lapangan URC Bergerak, Achsanul Solihin atau yang akrab disapa Bang Batman mengatakan, aksi ini lahir dari keresahan nyata di jalanan, bukan agenda politik atau pesanan pihak tertentu.

“Kami bukan buruh, kami mitra mandiri. Kami menolak regulasi yang memaksa pengemudi masuk dalam sistem kerja subordinatif. Sudah cukup kami diam, sekarang kami bicara,” tegas Achsanul dalam orasinya, Selasa (15/7/2025).

Dengan slogan “Dari Ojol, Oleh Ojol, Untuk Ojol”, URC menegaskan pergerakan mereka murni suara dari bawah.

Baca juga : Cari KMP Tunu, Kapal Sonar Dan Penyelam Dikerahkan

Mereka menyatakan akan terus berjuang hingga pemerintah benar-benar mendengar dan menindaklanjuti aspirasi mereka.

Aksi ini berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian, dan diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap di depan kantor pemerintah pusat.

“Kami tidak anti regulasi, tapi kami menuntut regulasi yang berpihak dan realistis. Jalanan tidak bisa diatur dari ruang rapat,” tutur Achsanul.

Adsense

Aksi yang dimulai sejak pagi hari itu diwarnai dengan konvoi pengemudi dari berbagai wilayah Jabodetabek.

Mereka membawa tiga tuntutan utama yang diklaim sebagai suara asli para pengemudi ojek online. Berikut tiga tuntutan mereka:

Baca juga : Gelar Rapat Tahunan, ASA Putuskan 5 Poin Penting Industri Pelayaran

1. Menolak Status Pengemudi

Sebagai Buruh/Pekerja URC menilai klasifikasi sebagai buruh akan menghilangkan fleksibilitas yang menjadi nilai utama profesi ojek online.

Mereka ingin tetap dipandang sebagai mitra mandiri, bukan karyawan dengan jam kerja dan target yang mengikat.

2. Menolak Isu Pemotongan 10 Persen

 URC menegaskan tidak pernah mengusulkan perubahan skema potongan menjadi 10 persen. Mereka mengaku tidak keberatan dengan potongan 20 persen yang sudah berjalan selama ini, asalkan tidak dijadikan alat framing oleh pihak berkepentingan.

Baca juga : Gelar Audiensi, Pemerintah Akan Tindaklanjuti Tuntutan Ojol

3. Menuntut Presiden RO Keluarkan Perppu Khusus Ojol

URC meminta Presiden mengeluarkan Perppu agar pengemudi dan aplikator memiliki status hukum yang pasti dan tidak terus menjadi korban kebijakan yang tumpang tindih antar lembaga.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense