BREAKING NEWS
 

Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM

Jokowi: Kondisi Saya Belum 100%

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Minggu, 27 Juli 2025 08:08 WIB
Jokowi hadiri reuni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 di Yogyakarta, Sabtu (26/7/2025). (Foto: Instagram Jokowi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara reuni Fakultas Kehutanan angkatan 1980 Universitas Gadjah Mada (UGM) di Sleman, Yogyakarta, Sabtu (26/7/2025). Pada acara ini, Jokowi menyinggung polemik ijazah palsu serta menyampaikan kondisi kesehatannya belum pulih 100 persen.

Jokowi keluar dari kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, sekitar pukul 07.03 WIB. Ia mengenakan kemeja putih dan didampingi sang istri, Iriana, yang tampil dengan kebaya krem.

Saat ditanya awak media hendak pergi ke mana pagi-pagi, Jokowi awalnya menyebut akan ke rumah saudaranya di Yogyakarta.

“Ke Yogya, mau nengok saudara,” kata Jokowi santai di depan pintu rumahnya.

“Mau reuni, ding,” tambah Iriana, meluruskan jawaban suaminya. Jokowi lalu menimpali sambil tertawa, “Nengok saudara sambil reuni.”

Sebelum berangkat, Jokowi menyempatkan diri menyapa dan berfoto dengan ratusan warga yang mengantre di depan rumahnya. Warga bergiliran masuk ke halaman untuk bersalaman dan berfoto bersama mantan Wali Kota Solo tersebut.

Setelah itu, Jokowi dan Iriana bertolak ke Yogyakarta. Tepat pukul 10.10 WIB, keduanya tiba di lokasi reuni yang digelar di Aula Integrated Forest Farming Learning Center.

Kehadiran Jokowi disambut hangat oleh para peserta dengan tepuk tangan meriah. Ia menyalami para penerima tamu sebelum menuju kursi yang telah disiapkan dengan tanda nama “Ir. H. Joko Widodo.”

Baca juga : Bangun Ekonomi Rakyat Dan Dorong Kemandirian Desa

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi dipersilakan memberikan sambutan. Ia membuka pidatonya dengan menyebut kondisi kesehatannya yang belum sepenuhnya pulih.

“Saya sebetulnya ingin bersama rekan-rekan sampai besok, tapi kondisi saya sebenarnya belum 100 persen. Sudah tiga bulan masih dalam pemulihan,” ujar Jokowi di acara bertajuk Spirit 80: Guyub Rukun Migunani.

Jokowi juga menyinggung polemik keaslian ijazah UGM yang dimilikinya. Ia menyebut kehadirannya di reuni Fakultas Kehutanan UGM angkatan ’80 penting untuk meredam spekulasi liar.

“Kemarin, waktu dihubungi Pak Bambang (rekan alumni UGM), ditanya, ‘Datang nggak?’ Saya pikir, kalau nggak datang, nanti tambah ramai soal palsunya ke mana-mana,” kata Jokowi.

“Ini saya paksakan datang, betul. Bayangkan kalau saya nggak datang, rekan-rekan 67 orang ngumpul semuanya, Jokowi di mana? Ramai lagi nanti,” sambung mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ia menegaskan, seluruh proses akademik yang dijalaninya di UGM berlangsung sah dan transparan, mulai dari perkuliahan, penyusunan skripsi, hingga Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jokowi menyayangkan polemik keabsahan ijazahnya justru dibawa ke ranah hukum.

Adsense

“Semuanya saya lihat tampak senang, tapi jangan senang dulu, soalnya ijazah saya masih diragukan,” ujarnya yang disambut tawa alumni.

Jokowi menambahkan, keputusan terkait keabsahan ijazahnya kini berada di tangan pengadilan. Ia mengingatkan, jika nantinya diputuskan asli, seharusnya polemik itu berakhir.

Baca juga : Payment ID Bisa Lacak Semua Transaksi WNI

“Begitu keputusannya asli, bapak-ibu boleh senang-senang. Namun kalau tidak, yang 88 (alumni) juga bisa kena,” katanya berseloroh.

Jokowi menegaskan dirinya kuliah secara normal dan tidak pernah mengulang satu mata kuliah pun. “Nilai mata kuliah saya semua lulus. Saya kuliah sulit-sulit, beda sama teman dekat saya Jamhur, yang mata kuliahnya sampai empat kali mengulang,” ungkapnya.

Jokowi juga menanggapi tudingan yang bergeser, dari ijazah ke skripsi, hingga lokasi KKN. Ia menyebut lokasi KKN-nya berada di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

“Ada dari Fakultas Hukum namanya Bu Yohana, dari Biologi Bu Riza, dan dari Teknik Geodesi namanya Eko (teman KKN Jokowi),” jelasnya.

Tak hanya itu, Jokowi menyinggung dosen pembimbingnya, Kasmudjo, yang belakangan dituding tidak pernah membimbingnya. Ia menyayangkan tuduhan tersebut karena Kasmudjo bahkan beberapa kali datang ke pabriknya di Solo setelah ia lulus untuk membantu menyelesaikan persoalan teknis produksi.

“Lha kok bisa semua dikatakan palsu? Itu dosen pembimbing saya. Saya malah diadukan ke polisi katanya pembohongan publik,” sesal Jokowi.

Menurutnya, civitas akademika UGM sudah menyatakan secara jelas bahwa ijazah yang dimilikinya sah. “Rektor UGM sudah, Dekan Fakultas juga sudah menyampaikan ijazahnya asli. Harusnya sudah rampung. Namun ya begitulah, ini politik. Yang ini asli dan tidak asli, padahal sudah tahu semuanya itu asli,” tegasnya.

Sejumlah alumni Fakultas Kehutanan angkatan 80 juga membela keaslian ijazah Jokowi. “Pasti asli. Gimana nggak pasti wong teman-temannya masih ada, saksi hidup,” kata Mustoha Iskandar, teman seangkatan Jokowi.

Baca juga : Distribusi Pangan Bersubsidi Di Jakarta Harus Diperbaiki

Mustoha mengakui Jokowi lulus dari Fakultas Kehutanan pada 1985, sementara dirinya pada 1986. “Namanya ijazah, masak harus ditunjukkan satu per satu,” ujarnya heran.

Heri Tribasuki, teman Jokowi lainnya, juga memastikan ijazah Jokowi asli. “Asli, demi Allah, demi Allah itu asli. Saya saksi hidup,” tegas Heri.

Ketua Angkatan 80 Fakultas Kehutanan UGM, Arief Hidayat menjelaskan, total anggota angkatan tersebut berjumlah 88 orang, termasuk Jokowi. Dari jumlah itu, 17 orang telah meninggal dunia, sedangkan yang hadir di reuni berjumlah 67 orang.

“Ada yang nggak hadir karena memang jauh, ada yang di Padang punya usaha di sana. Memang ada yang tidak bisa datang,” terang Arief.

Sebelumnya, Jokowi telah menyerahkan ijazah SMA dan S-1 aslinya kepada penyidik Polresta Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/7/2025), setelah menjalani pemeriksaan selama tiga jam. Pemeriksaan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Jokowi terkait dugaan fitnah dan ujaran kebencian mengenai keaslian ijazahnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense