BREAKING NEWS
 

Setelah Diobservasi di Natuna, 238 WNI Dari Wuhan Mudik 2 Hari Lagi

Tito: Tolong Terima Mereka Ya...!

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 14 Februari 2020 06:55 WIB
GEMBIRA: Inilah kondisi terbaru 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, dan diobservasi di Natuna. Foto ini diunggah Kemenkes, di twitternya, kemarin. (Foto: Dok. Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masa karantina 238 WNI dari Wuhan, China, yang dilakukan di Natuna, berakhir besok. Pemerintah akan memulangkan mereka ke daerahnya masing-masing, besok (Sabtu,15/2). Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meminta, masyarakat menerima mereka. Tanpa ketakutan akan tertular virus corona. Karena mereka semua sehat walafiat. 

Rapat persiapan pemulangan WNI dari Natuna dipimpin langsung Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di Kantor PMK, Jakarta, kemarin. Hadir juga, antara lain Mendagri Tito Karnavian dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. 

Usai rapat, Muhadjir memastikan, semua WNI yang dikarantina di Natuna dalam keadaan sehat dan aman. Selama masa observasi 14 hari, tidak terdeteksi yang terjangkit virus corona. Semua baik-baik saja. 

Dia berharap, informasi ini membuat masyarakat tidak panik. Atau terjadi salah paham yang ujung-ujungnya upaya pemerintah memberikan rasa aman tidak tercapai. “Rencananya akan kita kembalikan karena prosesnya berlangsung baik,” kata Muhadjir, usai rapat. 

Soal kepulangan, Tito yang menjelaskan lebih detail. Kata dia, pemerintah akan membentuk tim khusus untuk mempersiapkan kepulangan mereka ke daerahnya masing-masing. Tim ini nantinya akan dipimpin oleh Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik. 

Baca juga : Dinyatakan Sehat, WNI yang Diobservasi di Natuna Siap Dipulangkan

Tim ini yang akan mengatur kepulangan juga menjalin komunikasi dengan kepala daerah dan tokoh masyarakat setempat. “Supaya menerima mereka, karena mereka memang sehat begitu. Jadi dijamin ga ada corona virusnya,” kata Tito. 

Eks Kapori ini berharap, para kepala daerah maupun tokoh masyarakat setempat tak menganggap seluruh WNI yang selesai menjalani observasi di Natuna sebagai orang yang bermasalah secara kesehatan. Sebab, mereka sudah menjalani masa observasi di Natuna dalam keadaan sehat. 

Tito menyatakan, tim itu nantinya akan melakukan pendekatan kepada kepala daerah dan tokoh-tokoh lokal agar tak terjadi salah paham soal keadaan kesehatan seluruh WNI itu. 

Adsense

“Jangan sampai ada miskomunikasi. Jadi kami berharap masyarakat bisa menerima mereka,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala BNPB, Doni Monardo memastikan, proses pemulangan akan dilakukan pada Sabtu sekitar pukul 1 siang. Mereka akan diterbangkan dari Natuna dengan menggunakan empat pesawat TNI ke Jakarta. 

Baca juga : Natuna Parnoan

Para WNI dan kru pesawat yang saat ini menjalani karantina, kata Doni, dipastikan dalam keadaan sehat. Mereka akan diterbangkan dari Natuna ke Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, sebelum pulang ke kampung halaman masing-masing. 

Dari Jakarta, para WNI ini akan dipulangkan ke wilayah masing-masing. Seluruh akomodasi dari mulai tiket hingga penginapan ditanggung oleh pemerintah. 

“BNPB telah menyiapkan tiket pesawat untuk WNI kita yang akan kembali ke kampung halamannya,” kata Doni, usai rapat. 

Andaikan mereka ingin pulang pada hari berikutnya yaitu hari Minggu, pemerintah juga akan memberikan bantuan biaya penginapan dan transportasi. “Harapannya saudara-saudara kita yang dari Wuhan ini tidak mengalami kesulitan untuk menuju ke kampung halamannya,” ujarnya. 

Pemerintah Pusat pun telah berkoordinasi langsung dengan 29 provinsi yang terdaftar menjadi tujuan akhir para WNI ini. menurut data yang dimiliki Doni, tercatat ada 237 WNI, 1 WNA dikarantina di Natuna sejak 1 Februari lalu usai dievakuasi dari Wuhan. Selain itu ada juga 5 orang dari Kemenlu, 24 orang tim penjemput, dan 18 kru Batik Air. 

Baca juga : Selamatkan WNI Lain Yang Berkasus Di Luar Negeri

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berharap mereka yang akan dipulangkan harus dipastikan dalam kondisi betul-betul sehat saat dikembalikan ke keluarga masing-masing. Ketum PB IDI dr Daeng Mohammad Faqih menjelaskan, masa inkubasi ialah waktu di mana pasien pertama terinfeksi sampai menimbulkan sakit. Jika dalam rentang inkubasi tidak ada sakit, pasien tersebut tidak terinfeksi virus. 

“Selama masa observasi harus diyakinkan itu. Kalau yakin selama observasi tidak ada yang sakit memang harus dikembalikan kepada keluarganya,” katanya. 

Menurut dia, tahapan observasi yang dilakukan oleh pemerintah sudah sesuai prosedur yang tepat. Namun, apabila pasien menunjukkan gejala sakit selama masa observasi maka harus dipindahkan ke ruang khusus atau isolasi. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense