Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kemenkes Duga WN China Terinfeksi Corona di Shanghai, Bukan di Bali
Kamis, 13 Februari 2020 19:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tengah menelusuri data Warga Negara China yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona COVID-19.
Diceritakan oleh Sekertaris Ditjen P2P Kemenkes RI, Achmad Yurianto, WN China tersebut bernama Jin, seorang lelaki berusia 35 tahun asal Huaihe Xincheng, Gongyuan, Tianjiaan, Huainan, Provinsi Anhui, China.
Jin diketahui datang ke Bali menggunakan maskapai Lion Air langsung dari Wuhan dan pulang kembali ke China melalui Shanghai menggunakan maskapai Garuda Indonesia.
"Kami sudah langsung menindaklanjuti ini dengan konfirmasi maskapai. Ternyata dari maskapai yang disebutkan, memang didapatkan ada penumpang atas nama Jin yang terbang hanya ada dua orang, satu anak dan satu dewasa.
Baca juga : Kemenkes Pastikan Pendeteksian Corona Sesuai Standar WHO, Ini Empat Tahapannya
Lalu kita konfirmasi kembalinya dengan maskapai Garuda dari Bali-Shanghai tanggal 28 Januari, ada enam orang bernama Jin tapi mulai kita analisa pada dua orang tadi yang penerbangan awal," kata Achmad di Gedung Kemenkes Jakarta, Kamis, (13/2).
Achmad Yurianto melanjutkan, yang bersangkutan masuk rumah sakit di China pada tanggal 5 Februari 2020, atau sekitar tujuh hari setelah pulang dari Bali.
Pada 10 Februari 2020, Jin telah dipulangkan ke rumah karena dianggap sudah sembuh dari infeksi virus corona jenis baru ini.
Dari kronologi tersebut, muncul asumsi bahwa Jin bisa jadi tertular virus corona di Bali atau yang lebih parah, tanpa sadar menyebarkan infeksi virus corona di sana.
Baca juga : Kementan Dukung Peningkatan Populasi Ternak di Babel
Melihat adannya ancaman tersebut, Kemenkes RI mengaku telah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai aktivitas Jin selama ke Bali.
"Kalau misal terkonfrimasi pada tanggal 5 (sakit) artinya dia sudah melewati masa inkubasi. Melihat data di China, rata-rata masa inkubasi itu di hari ke 10. Artinya kalau hitung mundur dari tanggal 5 mundur 10 hari, kita ketemunya sekitar tanggal 27-28 Januari," tambah Achmad.
Pihak Kemenkes kemudian melakukan kajian analisa data tentang kondisi di Bali saat itu serta mencari tahu aktivitas Jin selama di Bali. Saat dicari tahu lebih lanjut, Kemenkes mengaku bahwa di momen yang sama telah menerima sekitar 14 spesimen dengan 2 spesimen milik WNI serta 12 spesimen warga negara lainnya.
"Dan semua hasilnya negatif," tambah dr. Achmad. Bukan hanya kasus dugaan infeksi virus corona, Kemenkes juga mencoba mencari data lain termasuk kenaikan kasus influenza serta pneumonia di Bali.
Baca juga : Wanita Terinfeksi New Coronavirus Asal Wuhan Melahirkan, Alhamdulillah Bayinya Sehat
"Ternyata tidak ada perubahan, angkanya segitu-gitu saja. Kita lengkapi lagi survei pneumonia juga sama." Lewat kronologi tersebut, Kemenkes menyimpulkan bahwa Jin bisa jadi terinfeksi virus corona di Shanghai bukan di Bali.
"Sangat-sangat mungkin terjadi penularan di sana," tambah Achmad. "Istri dan satu anak yang melakukan perjalanan bersama yang bersangkutan tidak terpapar," Tutup nya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya