BREAKING NEWS
 

Soal WNA Jadi Direksi BUMN, Mensesneg Ibaratkan Seperti Pelatih Asing

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 18 Oktober 2025 07:20 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Instagram/prasetyo_hadi28)

 Sebelumnya 
“Jika dengan melibatkan tenaga profesional asing kinerja bisa meningkat dan terjadi transfer pengetahuan, silakan saja,” kata politisi PKB itu. 

Pandangan serupa disampaikan Direktur Next Indonesia Center Herry Gunawan. Dia menilai pelibatan WNA di BUMN menunjukkan keterbukaan Indonesia terhadap kolaborasi global. 

“Keterlibatan tenaga profesional asing dapat diterima sepanjang pengawasan dan tata kelolanya berjalan transparan, serta tidak membuka celah bagi kepentingan politik atau bisnis dari luar negeri,” ujarnya. 

Baca juga : Rio Priambodo: Harus Jelas Kriteria Calon Penerimanya

Adapun Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LM FEB UI) Toto Pranoto berpendapat, selain membuka ruang bagi tenaga asing, Pemerintah juga dapat melibatkan diaspora Indonesia yang berpengalaman di perusahaan multinasional. 

“Banyak ekspatriat sebenarnya adalah diaspora Indonesia yang sudah teruji di pasar global. Kalau mereka bisa diajak kembali untuk memperkuat atau memimpin BUMN kita, tentu akan sangat positif,” kata Toto. 

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah telah mengubah regulasi untuk membuka peluang bagi profesional asing memimpin BUMN. “Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kami,” ujar Prabowo dalam dialog bersama Chairman Forbes Media, Steve Forbes, di Forbes Global CEO Conference 2025 di St. Regis, Jakarta, Rabu (15/10/2025). 

Baca juga : Fauzi Amro: Sasarannya Untuk Menengah Ke Bawah

Prabowo juga menyampaikan bahwa dirinya telah memberi arahan kepada pimpinan Danantara untuk melakukan rasionalisasi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi sekitar 200–240 perusahaan, agar lebih efisien dan profesional. “Saya sudah meminta manajemen Danantara agar menjalankan BUMN dengan standar bisnis internasional. Carilah otak terbaik, talenta terbaik,” tegasnya. 

Adapun langkah konkret sudah terlihat di Garuda Indonesia. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pengangkatan dua WNA sebagai direksi, yakni Neil Raymond Mills sebagai Direktur Transformasi dan Balagopal Kunduvara sebagai Direktur Keuangan. 

Neil Raymond Mills sebelumnya berpengalaman di Air Italy, Green Africa Airways, dan Scandinavian Airlines. Sementara Balagopal Kunduvara merupakan profesional berpengalaman yang pernah menjabat di Singapore Airlines. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense