BREAKING NEWS
 

Podcast Ngegas Dengan Rektor UIN Jakarta

Presiden Paham, Anak Yang Lapar Tak Bisa Berpikir Jernih

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Jumat, 7 November 2025 07:30 WIB
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Asep Saepudin Jahar. (Foto: Rian/RM)

 Sebelumnya 
“Artinya, masih banyak keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan makan. Itulah realita. Jadi kalau anaknya makan di sekolah, satu keluarga ikut tertolong,” kata Asep. 

Kendati demikian, Asep tak menampik bila program ini memang belum sempurna. Masih ada kendala di lapangan, tapi Asep memaklumi. 

“Ingat waktu awal peralihan dari minyak tanah ke gas elpiji? Heboh di awal, tapi akhirnya dirasakan manfaatnya. MBG juga begitu. Perlu waktu,” katanya santai. 

Baca juga : Tur Ke Gedung Parlemen, Egaliter Dan Tanpa Pagar

Dalam pandangannya, langkah Prabowo mirip pendekatan pembangunan era Presiden Soeharto yang menjadikan pendidikan bagian dari Pembangunan Lima Tahun (Pelita). 

“Dulu, pendidikan di bawah Soeharto bisa masuk ke kampung-kampung. Malaysia saja belajar dari Indonesia pada 1970-an,” kenang Prof Asep. 

Sayang, setelah itu program tak berlanjut, dan kini Malaysia justru lebih maju dalam pendidikan. “Saya kira, Pak Prabowo ingin menghidupkan lagi semangat itu,” tambahnya. 

Baca juga : Freddy Alex Damanik: Kami Yakin Projo Tak Akan Tenggelam

Prof Asep yakin, arah pembangunan Prabowo jelas: memperkuat manusia Indonesia lebih dulu sebelum yang lain. 

“Negara maju bukan karena banyak batu bara atau minyak, tapi karena SDMnya unggul,” tegasnya. 

Karena itu, Presiden mendirikan Sekolah Rakyat bagi anak-anak kurang mampu, dan Sekolah Garuda untuk menyiapkan generasi berprestasi yang siap bersaing di dunia internasional. 

Baca juga : Norman Hadinegoro: Tak Ada Magnet Lagi, Projo Bakal Tenggelam

“Jadi memang dia punya pola yang secara simultan dan sustainable, mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi,” pungkasnya. 

Asep juga memuji Presiden yang membentuk Ditjen Pesantren di Kementerian Agama. Meskipun telat, keputusan Presiden ini jadi bukti keberpihakan Pemerintah tentang masa depan pesantren di Indonesia. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense