BREAKING NEWS
 

Kasus 4 RS Tolak Ibu Hamil Di Papua

Mendagri Tito Dan Kemenkes Turun Lakukan Audit Regulasi Dan Teknis

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : FAQIH MUBAROK
Selasa, 25 November 2025 17:33 WIB
Mendagri Tito Karnavian melapor ke Presiden Prabowo Subianto terkait kasus meninggalnya Irene Sokoy, seorang ibu hamil asal Jayapura, Papua, beserta bayi dalam kandungannya, setelah diduga ditolak empat rumah sakit di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/11/2024). Foto: Setpres

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (MendagriTito Karnavian menegaskan pemerintah akan mengirim tim khusus untuk melakukan audit menyeluruh terhadap layanan kesehatan di Papua.

Langkah cepat ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto, menyusul meninggalnya seorang ibu hamil, Irene Sokoy, setelah ditolak oleh empat rumah sakit di Kabupaten dan Kota Jayapura.

“Perintah beliau (Presiden Prabowo) adalah untuk segera melakukan perbaikan melalui audit,” kata Tito kepada wartawan seusai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/11/2025).

Tito mengungkapkan telah berkoordinasi dengan Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, untuk mengambil langkah darurat. Ia meminta pemerintah daerah segera memastikan seluruh dukungan bagi keluarga korban serta mengumpulkan pimpinan rumah sakit, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, termasuk penyedia layanan kesehatan swasta, guna mengidentifikasi akar persoalan di lapangan.

Baca juga : Akhiri Polemik Kuota Haji Segera Terbitkan Kepmenhaj dan Lakukan Sosialisasi

“Saya minta Gubernur, setelah saya mendapat informasi, segera ke rumah korban. Keluarga korban harus dibantu,” tegas Tito.

Mendagri menjelaskan audit akan dilakukan secara paralel oleh dua kementerian. Kemendagri akan fokus pada aspek regulasi, termasuk menelusuri Peraturan Bupati dan Peraturan Gubernur yang mengatur pelayanan rumah sakit daerah, seperti RSUD Yowari di Kabupaten Jayapura dan RSUD Dok II sebagai rumah sakit rujukan provinsi.

Adsense

Sementara itu, Kementerian Kesehatan akan menurunkan tim teknis untuk menilai standar layanan, prosedur penanganan kegawatdaruratan, serta sistem rujukan di rumah sakit yang diduga menolak pasien.

Tito menambahkan, Presiden Prabowo menyampaikan rasa prihatin mendalam dan menekankan pentingnya memastikan kejadian serupa tidak terulang, baik di Papua maupun daerah lain.

Baca juga : Mensos: Jangan Ada Suap Dan Titip Rekrutmen Siswa

“Pesan Pak Presiden jelas, jangan sampai kejadian seperti ini terulang. Segera lakukan audit untuk mengetahui pokok masalahnya dan lakukan perbaikan,” kata Tito.

Kronologi Singkat Kejadian

Irene Sokoy meninggal dunia pada Senin, 17 November 2025 pukul 05.00 WIT, setelah melalui perjalanan panjang dari satu rumah sakit ke rumah sakit lain tanpa memperoleh layanan yang memadai.

Pada Minggu, 16 November 2025, Irene yang mulai merasakan kontraksi dibawa menggunakan speedboat menuju RSUD Yowari. Kondisinya memburuk, namun penanganan dinilai lambat, termasuk proses penerbitan surat rujukan.

Baca juga : Kolaborasi Kalbe, Kemenkes Dan BPOM Hadirkan Layanan Stem Cell Yang Aman

Keluarga kemudian berupaya mencari layanan ke RS Dian Harapan Waena dan RSUD Abepura, tetapi kembali tidak ditangani. Upaya terakhir dilakukan di RS Bhayangkara Kotaraja, namun keluarga diminta membayar uang muka Rp 4 juta karena layanan BPJS dinyatakan penuh.

Setelah melalui empat rumah sakit dan tak mendapat pertolongan yang dibutuhkan, Irene dan bayi dalam kandungannya akhirnya meninggal dunia. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense