Dark/Light Mode

Cegah Intoleransi Dan Perundungan

Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta

Minggu, 27 Juli 2025 07:30 WIB
Menteri Agama secara simbolis menyerahkan buku panduan kurikulum cinta kepada beberapa guru. (Foto: Dok. Kementerian Agama).
Menteri Agama secara simbolis menyerahkan buku panduan kurikulum cinta kepada beberapa guru. (Foto: Dok. Kementerian Agama).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) resmi meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan, KBC lahir dari kegelisahan terhadap berbagai krisis kemanusiaan yang terus berulang.

Imam Besar Masjid Istiqlal itu meyakini pendidikan adalah pintu masuk untuk perubahan sosial yang lebih mendalam dan tahan lama. Maksud peluncuran KBC di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/7/2025) malam itu untuk menciptakan suatu hegemoni sosial yang lebih elegan, lebih harmoni, dengan menekankan aspek titik temu, bukan perbedaan.

“Jangan sampai kita mengajarkan agama, tapi tidak sadar menanamkan kebencian kepada yang berbeda,” tegas Nasaruddin dikutip dalam keterangan resminya, Sabtu (26/7/2025).

Baca juga : 234 Penyelenggara Pemilu Dilaporkan Tidak Profesional

Pada tahap awal, Kemenag telah menyusun panduan Kurikulum Cinta dan menyerahkannya secara simbolis kepada sejumlah guru. Panduan tersebut akan menjadi acuan dasar bagi para pendidik dalam mengintegrasikan nilai-nilai cinta ke dalam proses belajar mengajar, tidak hanya dalam pelajaran agama, tetapi juga lintas mata pelajaran.

“Nanti ada buku pintarnya untuk setiap guru. Kurikulum ini akan membuat anak-anak kita akrab satu sama lain tanpa harus menanggalkan keyakinan mereka. Mereka tetap beragama, tapi bisa saling menghargai,” katanya.

Langkah selanjutnya, Kemenag akan melakukan sosialisasi bagi para guru agar mampu memahami dan mengimplementasikan KBC secara efektif.

Baca juga : Pemda Diminta Bentuk Satgas Terpadu Ormas

Penyesuaian juga akan dilakukan pada metode pembelajaran, materi ajar, hingga penyediaan fasilitas pendukung. Guru tidak lagi hanya mengajarkan kognisi tapi juga membentuk karakter melalui pendekatan kasih sayang dan empati.

Kurikulum ini diyakini berdampak positif bagi perkembangan peserta didik. Selain membentuk generasi yang toleran dan berkepribadian inklusif, KBC juga diharapkan membentuk kebiasaan sosial yang lebih sehat baik dalam relasi sosial maupun dalam kepedulian terhadap lingkungan.

“Teologi ini harus bisa melahirkan logos yang hebat, lalu menjadi habit yang istimewa. Kalau ini terwujud, warna-warna perbedaan tidak akan tampak norak. Kita disatukan oleh satu ikatan primordial yaitu cinta,” katanya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.