RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk mempercepat proses aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebagai bagian dari agenda besar transformasi ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Langkah ini sekaligus ditujukan untuk memperkuat iklim investasi, perdagangan, serta daya saing ekonomi jangka panjang. Komitmen tersebut disampaikan dalam forum KADIN Indonesia x Growth Gateway Roundtable: Delivering Growth as Part of Indonesia’s OECD Accession yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional di London, Selasa (20/1/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, aksesi OECD memiliki nilai strategis yang melampaui aspek teknis semata.
Baca juga : Pembahasan RUU Perampasan Bukti Keseriusan Pemerintah Memberantas Korupsi
“Aksesi OECD bukan sekadar proses teknis, tetapi merupakan prioritas strategis nasional dan fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Airlangga saat memberikan keynote remarks dalam forum tersebut.
Menurut Airlangga, penyelarasan kebijakan nasional dengan standar OECD akan memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas regulasi, serta mendorong daya saing ekonomi secara berkelanjutan.
Upaya ini dinilai krusial untuk menciptakan kepastian usaha, memperluas arus investasi, dan memperkuat integrasi Indonesia dalam rantai nilai global. Pemerintah juga menekankan pentingnya dukungan mitra internasional dalam mempercepat proses aksesi.
Baca juga : BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial Perkuat Likuiditas & Pasar Keuangan Nasional
Kerja sama teknis dan dialog kebijakan dinilai dapat membantu pemenuhan standar OECD, khususnya dalam kerangka OECD Investment Framework yang relevan bagi penguatan peran sektor swasta.
Dalam konteks tersebut, penguatan kemitraan ekonomi Indonesia dan Inggris turut menjadi bagian strategis dari agenda aksesi OECD.
Momentum ini sejalan dengan peluncuran United Kingdom–Indonesia Strategic Partnership serta penandatanganan Indonesia–United Kingdom Economic Growth Partnership yang diarahkan untuk memperdalam kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara.
Baca juga : Ketua Komisi XII Apresiasi RDMP Balikpapan, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Dari sisi dunia usaha, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan dukungan penuh terhadap aksesi OECD sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Keterlibatan sektor swasta dinilai penting agar manfaat aksesi dapat diterjemahkan secara konkret ke dalam peningkatan iklim usaha, produktivitas, dan ekspansi pasar. Forum tersebut sekaligus menandai dimulainya keterlibatan resmi sektor swasta dalam mendukung aksesi Indonesia ke OECD melalui kolaborasi dengan mitra internasional.
Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah dialog berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mengawal agenda reformasi struktural serta memperkuat integrasi ekonomi global Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.