BREAKING NEWS
 

Digelar Di Istora Senayan

Harlah Seabad NU Tak Dihadiri Presiden, Rais Aam, Mensos,...

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Minggu, 1 Februari 2026 07:30 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf memberikan sambutan saat puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (Foto: Antara Foto/Bayu Pratama S/wsj)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nahdlatul Ulama (NU) menggelar peringatan hari lahir (Harlah) satu abad NU, di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Tak hanya nadhliyin, pejabat negara, baik di kementerian maupun lembaga negara hadir meramaikan acara. Namun, Presiden Prabowo Subianto, Ketua Rais Aam KH Miftachul Akhyar dan Sekjen PBNU yang juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) absen di momen sakral tersebut. 

Harlah NU tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”. Tema ini sejalan dengan visi NU yang selaras dengan visi proklamasi Indonesia, yaitu memperjuangkan peradaban bagi seluruh umat manusia. 

Sebagai informasi, PBNU menggelar peringatan hari lahir ke-100 untuk kali kedua. Peringatan pertama berdasarkan kalender tahun masehi yang dilakukan pada 8 Februari 2023. Sedangkan peringatan kedua berdasarkan hitungan dari kalender Masehi. 

Baca juga : Diisukan Mundur, Pratikno: Nggak!

Pada peringatan tahun ini, seluruh pengurus NU dari tingkat DPW hingga DPC hadir. Total massa yang hadir diperkirakan mencapai 10 ribu orang yang berasal dari nahdliyin di seluruh Indonesia. 

Rangkaian acara dimulai sejak pagi hari diawali istighosah kubro bersama. Usai istighosah, barulah dimulai acara puncak yang dihadiri banyak tokoh nasional. 

Dari jajaran pemerintahan, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, Menteri Agama (Menag) KH. Nasaruddin Umar, dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid. 

Baca juga : Dede Yusuf: Kami Masih Mengkaji, Terbuka Semua Opsi

Selain jajaran menteri, hadir juga pimpinan lembaga negara dan tokoh politik. Di antaranya, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bachtiar Najamuddin, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani, Ketua KPU Mochamad Afifudin, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, Ketua Umum PPP Mardiono, Sekjen Partai Golkar Sarmuji, serta istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid Nyai Shinta Nuriyah Wahid. 

Para pejabat dan tokoh ini duduk di barisan depan bersama Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). Di belakangnya, hadir Pengurus Tanfidziyah, Syruriah, Mustasyar, 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), 548 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), pengurus ranting, para kiai, dan ribuan nahdliyin yang memenuhi tribun Istora Senayan. 

Panitia Harlah Seabad NU juga mengundang Presiden Prabowo. Namun, Presiden Prabowo tidak nampak di lokasi hingga acara kelar. Selain itu, Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Ipul, dua tokoh yang sebelumnya berkonflik dengan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tak muncul di acara ini. 

Baca juga : Senayan Dukung Rencana Pembenahan Pasar Modal

Meski Presiden, Kiai Miftach, dan Gus Ipul tak hadir, Harlah Seabad NU berlangsung khidmat dan meriah. Dalam pidatonya, Gus Yahya sempat membahas konflik yang sempat terjadi di internal PBNU. Gus Yahya bersyukur karena gegeran kepemimpinan PBNU kelar di momen satu abad NU. 

Adsense

“Syukur kepada Allah SWT, setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah lebatnya, hari ini kita rayakan, kita peringati Harlah 100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama sebagai Nahdlatul Ulama yang satu. Alhamdulillah,” kata Gus Yahya disambut tepuk tangan hadirin. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense