BREAKING NEWS
 

JMI Sarankan Penanganan Terorisme Tetap Di Tangan Polri

Reporter & Editor :
FAQIH MUBAROK
Kamis, 5 Februari 2026 20:23 WIB
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi. Foto: JMI

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) Islah Bahrawi menilai, penanganan terorisme sudah tepat di tangan institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Sebagai aktivis penggiat anti teror, ideologi teror terutama, saya menilai Polri yang paling tepat menangani ini," kata Islah dalam talkshow Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026). Hal ini diungkap Islah saat menyoroti draf Rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tugas TNI Dalam Mengatasi Terorisme.

Diterangkan, jika polisi menangkap teroris, konteksnya adalah untuk menyadarkan. Saat Densus 88 melakukan upaya pencegahan, konteksnya agar tidak terjadi aksi teror.

Baca juga : Mensos Siapkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Lansia di Atas 75 Tahun

Nah, dalam doktrinal militer, perang bukan pencegahan, tetapi menangkal dan memusnahkan. Dalam konteks ini, tentara tidak boleh masuk ke ruang teror karena ini adalah ruang penyadaran.

Adsense

"Yang harus kita pahami adalah, teror itu sebenarnya bukan perang. Pelaku teror itu juga adalah korban dari infiltrasi ideologi," nilainya.

Diterangkan Islah, terorisme tak identik dengan agama tertentu. Ini adalah agenda ideologis yang datang dari luar yang berusaha mempengaruhi masyarakat dan kelompok tertentu.

Baca juga : PHM Salurkan Bantuan Pendidikan bagi 99 Mahasiswa dan Sarjana Pesisir di Kaltim

"Sehingga mereka ditangkap polisi dengan cara penegakan hukum sipil. Karena pelaku teror itu kan orang sipil," kata dia.

Jika di tangan militer, sambung Islah, maka penanganan terorisme adalah perang, bukan lagi upaya penyadaran. Namun, jika levelnya ISIS yang melibatkan pasukan bersenjata terorganisir, tentara boleh dilibatkan.

Jika terorisme sifatnya klandestin seperti di Indonesia, harus dengan sistem pemolisian. Karena mereka akan disadarkan, disentuh cara berpikirnya, nalarnya, hingga cara memahami agamanya.

Baca juga : Pramono Bicara Penanganan Banjir, Tata Ruang Di Jakarta Tidak Mudah Diubah

"Tugas polisi itu deradikalisasi, menyadarkan orang yang tadinya kepalanya dikuasai ideologi kekerasan, kita kembalikan isi kepalanya sebagai orang Indonesia," kata dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense