RM.id Rakyat Merdeka - Bau amis yang biasanya menyergap hidung setiap orang yang menginjakkan kaki di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikolotok, Kabupaten Purwakarta, hari itu terasa berbeda.
Di bawah terik matahari, jajaran Pemerintah Kabupaten Purwakarta bersama Gerakan Relawan Saka dan unsur Forkopimda turun langsung melakukan aksi nyata menghilangkan bau pencemaran sampah yang selama ini menjadi keluhan masyarakat sekitar.
Aksi tersebut bukan sekadar simbolik. Di hadapan tumpukan sampah dan genangan air lindi yang biasanya menyengat, Relawan Saka menyemprotkan cairan Biosaka N Level 1 ke beberapa titik timbunan sampah menggunakan drone.
Baca juga : Gerindra Kalteng Fokus Soliditas Dan Aksi Nyata
Dari udara, molekul air yang telah tercampur Biosaka menyebar merata, menembus celah-celah timbunan sampah, menyelimuti area yang selama ini menjadi sumber bau.
Pemandangan drone yang berputar rendah di atas gunungan sampah menjadi perhatian para pejabat daerah, aparat TNI, hingga pelajar Pramuka yang hadir. Tak butuh waktu lama, perubahan mulai terasa. Bau menyengat yang biasanya menusuk masker perlahan mereda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Purwakarta, Sri Jaya Midan, tak menampik bahwa awalnya ia meragukan teknologi tersebut.
Baca juga : Penerimaan Pajak Naik Tajam, Menkeu Purbaya Percepat Belanja Negara 2026
“Jujur, awalnya saya tidak yakin. Secara ilmu pengetahuan rasanya tidak masuk akal, rumput diperas-peras tapi bisa menghilangkan bau,” ujarnya di TPA Sampah Cikolotok, Desa Margasari, Kec. Pesawahan, Purwakarta, Jumat (27/2/2026).
Namun keraguan itu runtuh setelah ia mencoba dan mengimplementasikannya langsung di lapangan. “Ternyata ada pelajaran berharga. Setelah dicoba, saya percaya. Makanya saya ingin membuktikan langsung di TPA Cikolotok, hebatnya Biosaka N Level 1 ini,” katanya.
Sri Jaya menyebut, perkembangan Biosaka yang kini memasuki tahap N Level 1 atau yang ia sebut sebagai “Biosaka Jilid 2”, menjadi peluang strategis bagi daerah dalam mengatasi persoalan sampah. Terlebih, TPA Cikolotok selama ini menjadi salah satu titik rawan pencemaran udara dan air di Purwakarta.
Baca juga : Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman
Momen paling menegangkan sekaligus mengundang decak kagum terjadi ketika para pejabat dan pelajar serta masyarakat yang hadir diminta mencelupkan tangan ke genangan air sampah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.