Sebelumnya
Umaruddin juga menargetkan kursi pimpinan partai di berbagai tingkatan dapat diduduki perempuan. Dia menyebut, DPW PKB DIY menjadi salah satu yang unik karena Ketua Dewan Syuro dijabat perempuan. “Pokoknya Jogja kita menanti kepemimpinan perempuan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Umaruddin mengungkapkan, DPW telah mengirim surat kepada seluruh DPC agar segera membuat peta analisis daerah pemilihan (dapil) berdasarkan basis suara di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurut dia, langkah itu merupakan bagian dari strategi pencalegan dini dan penguatan fraksi.
"Prinsipnya, Pemilu 2029 kami harus menambah suara dan kursi. Khusus untuk dapil provinsi, kami menargetkan minimal menambah dua kursi Dewan. Semua caleg akan mengikuti uji kepatutan dan kelayakan di Dewan Pimpinan Pusat (DPP), dengan standar dan kriteria yang ketat," tuturnya.
Baca juga : Pertamina Kawal Pasokan BBM Domestik Terkendali
Umaruddin menambahkan, DPW PKB DIY juga akan menerapkan sistem evaluasi berkala, dengan sekitar 26 item mandatori yang dievaluasi setiap bulan dan tahun. Dia meminta, pengurus tidak boleh bersantai, meski di bulan puasa, karena partai harus terus bergerak dan menyentuh masyarakat.
"Sebagai bentuk penguatan sinergi, PKB DIY menerapkan sistem 'Bapak Asuh', di mana anggota Fraksi DPRD Provinsi menjadi pembina DPC, dan anggota Fraksi DPRD Kabupaten/Kota menjadi pembina pengurus ranting. Kita harus solid dan sinergis antara struktur dan fraksi," tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa, yang juga Ketua DPP PKB Bidang Kesehatan dan Inklusi Disabilitas, Nihayatul Wafiroh menyampaikan amanat tertulis Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Baca juga : Benahi Total Pengelolaan Sampah Di RDF Rorotan
Dalam amanatnya, Cak Imin menyoroti kondisi global yang bergejolak akibat krisis ekonomi, konflik kawasan, perubahan iklim, serta menurunnya kepercayaan rakyat terhadap politik. Menurutnya, meski Indonesia relatif stabil, rakyat menginginkan kehidupan yang adil dan bermartabat.
“Dalam situasi seperti ini, politik tidak boleh menjadi politik yang biasa-biasa saja. Partai politik harus hadir sebagai solusi, dan PKB adalah solusi bangsa. PKB tidak boleh hanya menjadi peserta pemilu saja, tapi harus menjadi kekuatan politik yang memimpin, menentukan arah, menggerakkan perubahan, dan memikul tanggung jawab kebangsaan,” ujar Nihayatul membacakan amanat Ketua Umum.
Cak Imin juga menegaskan, PKB tidak cukup dipimpin politisi yang hanya fokus pada kontestasi. Dia meminta, seluruh kader bertransformasi menjadi pemimpin dan negarawan, yang memikirkan masa depan bangsa, bahkan ketika tidak selalu menguntungkan secara pribadi.
Baca juga : Arsenal Jadi Corner FC
“Menang pemilu bukan ambisi pribadi, tapi kewajiban politik agar nilai dan gagasan PKB bisa diwujudkan. Struktur harus ditata dan digerakkan. DPW bukan sekadar sekretariat, DPC bukan sekadar kantor. Pengurus harus jelas tugasnya, program harus jelas ukurannya,” tegasnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.