BREAKING NEWS
 

Korupsi Jasa Outsourcing, Bupati Pekalongan Diduga Pakai Perusahaan Keluarga

Reporter : MOEHAMMAD WAHYUDIN
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 5 Maret 2026 06:55 WIB
Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (tengah) berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Foto: Tedy Kroen/rm.id)

 Sebelumnya 
“Sehingga sudah semestinya, FAR memahami pelaksanaan prinsip-prinsip good governance pada Pemerintah Daerah,” ucap Asep. 

Apalagi, tambah Asep, Sekda dan sejumlah pihak lainnya menerangkan bahwa mereka telah berulang kali mengingatkan Bupati mengenai potensi adanya konflik kepentingan dalam pengadaan tersebut. 

“Meski demikian, praktik itu tetap saja dilakukan oleh Bupati,” sesal Asep. 

Baca juga : Gibran Dorong Pelajar Kuasai Teknologi Dan AI

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Fadia langsung ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak 4 Maret hingga 23 Maret, di Rumah Tahanan (Rutan) KPK Cabang Gedung Merah Putih. 

Sementara itu, Fadia membantah dirinya terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dan melakukan praktik dugaan rasuah. 

Fadia rampung menjalani pemeriksaan sekitar pukul 12.13 WIB. Mengenakan rompi warna oranye tahanan KPK dengan tangan terborgol, dia digiring menuju mobil tahanan. 

Baca juga : Golkar Sumbar Optimis Perkuat Struktur Hingga Pelosok Desa

“Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil,” ujar Fadia, sembari berusaha menutupi wajahnya dengan pashmina hitam. 

Fadia bilang, saat petugas KPK menggerebek rumahnya, dia sedang bersama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. 

“Tidak ada OTT, tidak ada barang serupiah pun dari kepala dinas,” elaknya lagi. 

Baca juga : Gerindra: Anggaran Siap, Segera Dimulai

Anak pedangdut A. Rafiq itu mengakui, PT RNB merupakan perusahaan keluarganya. Namun, dia mengaku tidak cawe-cawe di dalamnya. “Saya tidak pernah ikut, itu bukan punya saya, tapi perusahaan keluarga,” ucap Fadia. 

Selanjutnya, Fadia menyatakan bakal berdiskusi dengan kuasa hukumnya untuk menentukan akan mengajukan praperadilan atau tidak. 

“Mudah-mudahan nanti siapa yang jahat dibalas oleh Allah,” tutup Fadia sembari menaiki mobil tahanan. [YUD]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense