BREAKING NEWS
 

Munas X LDII Bahas Dampak Geopolitik Global dan Ketahanan Nasional

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 10 Maret 2026 17:38 WIB
Foto: DPP LDII.

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X pada 7–9 April 2026. Forum ini direncanakan membahas dampak dinamika geopolitik global terhadap ketahanan nasional, sekaligus merumuskan langkah strategis organisasi dalam menghadapi tantangan global.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menegaskan, Munas X akan menyoroti dampak dinamika geopolitik global terhadap ketahanan nasional, termasuk pada sektor ekonomi, pangan, dan energi.

“Perkembangan situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah, membuat LDII menilai pentingnya memasukkan isu geopolitik sebagai salah satu pembahasan utama. Namun Munas X tetap dirancang untuk memperkuat agenda penyiapan sumber daya manusia (SDM) dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045,” ujar KH Chriswanto di hadapan pewarta media nasional, Senin (9/3/2026).

Ia menambahkan, konflik yang terjadi di suatu kawasan dapat menimbulkan dampak global. Karena itu, Indonesia perlu memperkuat ketahanan nasional, tidak hanya dari sisi pertahanan, tetapi juga ekonomi, pangan, kesehatan, serta kualitas sumber daya manusia.

Baca juga : Komisi IX Ingatkan Potensi PHK Dampak Ketegangan Geopolitik Global

Dalam kesempatan tersebut, KH Chriswanto juga menanggapi isu keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BOP), termasuk rencana pengiriman sekitar 8.000 pasukan Indonesia untuk misi perdamaian di Gaza.

“Kami menghargai sikap pemerintah. Tentu pemerintah memiliki landasan konstitusional, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang mengamanatkan Indonesia untuk ikut serta menjaga perdamaian dunia,” tuturnya.

Adsense

Ia menilai pengiriman tentara Indonesia tidak menjadi persoalan, selama berada dalam kerangka misi penjaga perdamaian dan upaya mewujudkan stabilitas kawasan.

“Indonesia sudah lama mengirim pasukan perdamaian melalui Pasukan Garuda di berbagai negara. Selama tugasnya memang untuk menjaga perdamaian dan melindungi masyarakat sipil, itu tidak masalah,” katanya.

Baca juga : UPH Apresiasi Peran Media Dalam Memperluas Dampak Pendidikan Nasional

Meski demikian, KH Chriswanto berharap pasukan Indonesia tidak terlibat langsung dalam konflik bersenjata. Menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi kembali keterlibatan pasukan Indonesia apabila mandatnya berubah.

“Kalau fungsinya benar-benar sebagai pasukan penjaga perdamaian, itu baik. Tetapi jika sampai dijadikan tameng atau justru terlibat dalam konflik, tentu harus dipertimbangkan kembali,” ujarnya.

Selain isu geopolitik, Munas X LDII juga akan tetap berpegang pada delapan program prioritas organisasi. Program tersebut meliputi bidang kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.

KH Chriswanto berharap melalui Munas X ini LDII dapat merumuskan langkah strategis organisasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Hasil munas juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan nasional.

Baca juga : Tenang! Stok Beras RI Cukup Hingga 324 Hari ke Depan

“Kami berharap Munas ini melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi negara dan masyarakat Indonesia, terutama dalam menghadapi dinamika global yang semakin tidak menentu,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense