BREAKING NEWS
 

Gandeng Saudi German Hospital, Layanan Kesehatan Haji Siap 24 Jam

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 30 April 2026 07:25 WIB
Kepala Seksi (Kasi) Layanan Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr. Edi Supriyatna, MKK, ditemui di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, di kawasan Aziziyah, Arab Saudi, Selasa (28/4/2026). (Foto: MCH Kemenhaj)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Makkah Dan Madinah

Penyelenggaraan layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M sudah siap. Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) kini mengadopsi konsep Urgent Care Center (UCC) yang beroperasi 24 jam penuh. 

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Edi Supriyatna, MKK menegaskan, perubahan ini menjadi pembeda signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh layanan difokuskan pada penanganan cepat, tindakan medis, dan sistem rujukan terintegrasi. 

“Tahun ini tidak ada rawat inap di KKHI. Semua berbasis rawat jalan, tindakan, dan rujukan,” ujar Edi saat ditemui di Makkah, Selasa (28/4/2026). 

Baca juga : Zulfikar Arse Sadikin: Lembaga Ini Tidak Bisa Menjawab Persoalan Partai

Sebanyak 122 personel kesehatan disiagakan untuk mendukung layanan tersebut, terdiri dari 54 tenaga medis di KKHI Makkah dan 68 lainnya tersebar di 10 sektor pelayanan. Selain itu, KKHI juga diperkuat fasilitas radiologi dan laboratorium guna menunjang diagnosis medis yang lebih akurat. 

Untuk memastikan operasional sesuai regulasi Pemerintah Arab Saudi, KKHI menggandeng pihak ketiga, yakni Saudi German Hospital, dalam pengurusan perizinan layanan kesehatan.

Berdasarkan standar pelayanan, satu klinik idealnya melayani 5.000 jemaah. Dengan jumlah jemaah Indonesia yang besar, KKHI menyiapkan sekitar 47 pos kesehatan yang tersebar di Makkah, Madinah, sektor pemondokan, hingga kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). 

Adsense

Dalam implementasinya, layanan kesehatan dibagi berdasarkan tingkat kegawatdaruratan. Kasus berat (level 1–2) langsung dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, kasus sedang (level 3) ditangani di KKHI, sedangkan kasus ringan (level 4–5) dilayani di pos kesehatan sektor oleh tim kloter.

Baca juga : Lucius Karus: Positif, Untuk Cegah Kader Partai Korupsi

Seiring tingginya jumlah jemaah berisiko tinggi (risti) yang mencapai lebih dari 70 persen, termasuk sekitar 30 persen lansia, pendekatan kolaboratif lintas sektor menjadi kunci utama pelayanan. 

“Lansia membutuhkan perhatian khusus, tidak hanya dari sisi kesehatan, tetapi juga transportasi dan akomodasi,” kata Edi. 

Untuk jemaah yang harus dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, KKHI memastikan pendampingan penuh melalui tim visitasi khusus. Tim ini bertugas memfasilitasi kebutuhan jemaah selama menjalani perawatan, mulai dari komunikasi, konsumsi, hingga dukungan psikologis. 

“Visitasi itu artinya kami mendampingi. Termasuk membantu komunikasi dengan keluarga di Tanah Air melalui video call, serta menyesuaikan kebutuhan konsumsi jemaah,” jelasnya. 

Baca juga : DPR Evaluasi Otda, Tuntut Kemandirian Fiskal Daerah

Edi menegaskan, jemaah tidak perlu khawatir jika harus dirawat di rumah sakit Arab Saudi. Meski penanganan medis sepenuhnya menjadi kewenangan rumah sakit setempat, KKHI tetap melakukan koordinasi intensif dan memastikan proses pemulangan berjalan lancar setelah pasien dinyatakan sembuh. 

“Kami terus memantau. Jika sudah diperbolehkan pulang, jemaah akan kami jemput dan dikembalikan ke pemondokan,” ujarnya. 

Di tengah cuaca panas ekstrem di Tanah Suci, jemaah juga diimbau menjaga kondisi tubuh dengan rutin mengonsumsi air putih minimal 200 mililiter per jam, menghindari paparan panas berlebih, serta beristirahat cukup sebelum menjalankan rangkaian ibadah. 

"Minumnya sering, tapi sedikit-sedikit aja. Tiap sekitar 5 dua teguk. Atau 10 menit 4 teguk, jadi nggak akan sering buang air kecil, tapi tubuh tetap tercukupi kebutuhan airnya," pungkas Edi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense