BREAKING NEWS
 

Fornas PIM Dorong Perempuan Masuk Ekonomi Digital

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Rabu, 6 Mei 2026 19:13 WIB
Menteri PPPA Arifah Fauzi membuka Forum Nasional Perempuan Indonesia di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Forum mendorong penguatan peran perempuan di sektor ekonomi dan digital.

RM.id  Rakyat Merdeka - Forum Nasional Perempuan Indonesia (Fornas PIM) mendorong penguatan peran perempuan dalam sektor ekonomi, pendidikan, hingga transformasi digital nasional. Forum itu digelar di Auditorium Dr. Ir. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri organisasi perempuan, akademisi, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas, serta perwakilan kementerian dan lembaga.

Kegiatan bertema “Peran Perempuan Menjaga Ketahanan Bangsa” itu dibuka Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi yang hadir mewakili Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Forum berlangsung pada 6-7 Mei 2026 dan diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Dalam sambutannya, Arifah mengatakan, perempuan memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional. Ketahanan bangsa, menurut dia, tidak hanya berkaitan dengan pertahanan negara, tetapi juga ketahanan sosial, ekonomi, budaya, hingga keluarga.

“Ketahanan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kualitas relasi dalam keluarga,” ujarnya.

Arifah menjelaskan, pembangunan nasional saat ini diarahkan pada peningkatan kualitas manusia Indonesia. Dalam proses tersebut, perempuan dinilai memiliki peran besar sebagai penggerak ekonomi keluarga, pendidik anak, hingga pemimpin di lingkungan sosial.

Baca juga : CapCut Dorong Kreator Lokal Jadi Motor Baru Ekonomi Kreatif Digital

“Perempuan bukan hanya pelengkap dalam pembangunan, perempuan adalah pilar utama,” katanya.

Ia mengakui masih terdapat tantangan yang dihadapi perempuan Indonesia, mulai dari ketimpangan gender, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga dampak perkembangan teknologi terhadap keluarga. Karena itu, Pemerintah terus mendorong kebijakan yang responsif gender di berbagai sektor pembangunan.

“Kita harus memastikan perempuan memiliki akses setara terhadap pendidikan dan peluang ekonomi,” tegasnya.

Ketua Umum Perempuan Indonesia Maju (PIM) Lana T. Koentjoro mengatakan, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi perempuan Indonesia untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, perempuan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan nasional di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang terus berkembang.

“Perempuan Indonesia harus hadir sebagai kekuatan pemersatu bangsa,” ujarnya.

Adsense

Lana menjelaskan, Forum Nasional Perempuan Indonesia tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga diarahkan menghasilkan rekomendasi strategis bagi Pemerintah. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga : Program MBG dan Kopdes Merah Putih Topang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026

“Kami ingin perempuan Indonesia semakin kuat, berdaya, dan mandiri,” katanya.

Sementara itu dalam sesi diskusi, Executive Director Bank Indonesia Anastuty Kusumowardhani menyoroti besarnya kontribusi perempuan dalam sektor UMKM. Ia menyebut perempuan menjadi penggerak utama ekonomi nasional melalui UMKM.

“Perempuan memegang kunci penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tuturnya.

Anastuty menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 65 juta UMKM yang menyumbang 57,14 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2022. Sektor tersebut juga menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional.

Menurut dia, sekitar 65 persen pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan. Namun, tantangan digitalisasi dan akses pembiayaan masih menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha perempuan.

“Digitalisasi UMKM perempuan masih lebih rendah dibanding laki-laki,” ucapnya.

Baca juga : BPS: Program MBG Dan Kopdes Merah Putih Topang Pertumbuhan Ekonomi Q1 2026

Ia menjelaskan, baru sekitar 35,2 persen UMKM yang menggunakan platform digital untuk pemasaran. Hambatan tersebut antara lain keterbatasan sinyal di daerah terpencil serta minimnya modal usaha.

Selain itu, Anastuty juga mengingatkan pentingnya literasi keuangan digital bagi perempuan. Tingginya penggunaan media sosial dan layanan keuangan digital perlu diimbangi pemahaman terkait keamanan transaksi dan pengelolaan keuangan.

“Media sosial bisa dimanfaatkan secara positif, tetapi juga bisa menjadi bumerang,” katanya.

Dalam forum tersebut, Bank Indonesia turut memperkenalkan edukasi literasi keuangan digital dan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi pelaku UMKM perempuan.

“QRIS menjadi salah satu penyelamat ekonomi Indonesia saat pandemi,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense