Sebelumnya
“Indonesia sejak pandemi Covid-19 sudah jauh lebih baik dalam hal surveilans dan kerja sama internasional,” katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Andi Saguni menjelaskan, kasus hantavirus yang dibawa WNA ke Indonesia terdeteksi melalui notifikasi resmi dari International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) Inggris pada 7 Mei 2026 pukul 21.55 WIB.
Dari hasil pemeriksaan, kondisi KE dilaporkan tidak bergejala, tetapi memiliki komorbid hipertensi yang tidak terkontrol serta riwayat penggunaan rokok elektrik atau vaping. “Namun berdasarkan hasil laboratorium, pasien dinyatakan negatif hantavirus,” kata Andi.
Baca juga : Dapat Pasokan Pupuk Dari RI, PM Australia Puji Prabowo
Pemantauan terhadap kontak erat pasien juga dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas Puskesmas Kecamatan Senen. Menurut Andi, sesuai ketentuan World Health Organization (WHO), kontak erat wajib menjalani karantina dan pemantauan aktif setiap hari.
“Sebaiknya kontak erat bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) dan melaporkan ke petugas kesehatan jika ada gejala,” katanya.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena berdasarkan laporan WHO, tiga orang meninggal dunia dalam klaster kasus di kapal pesiar tersebut dengan tingkat fatalitas mencapai 27 persen.
Baca juga : Seluruh Jemaah Gelombang Pertama Tiba Di Makkah
Dalam laporan terbaru bertajuk Hantavirus Cluster Linked to Cruise Ship Travel, Multi-country yang dirilis 13 Mei 2026, WHO mencatat hingga kini terdapat 11 kasus terkait kapal pesiar tersebut, termasuk tiga kematian. Delapan kasus telah terkonfirmasi Andes virus, dua kasus masih diduga, dan satu lainnya belum dapat dipastikan.
WHO menduga kasus pertama tertular sebelum penumpang naik kapal, kemungkinan saat berada di wilayah Argentina atau Chile yang memang menjadi daerah endemik hantavirus. Setelah itu, diduga terjadi penularan antar manusia secara terbatas di dalam kapal.
WHO menjelaskan Andes virus merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antar manusia. Namun, penularannya tetap terbatas dan umumnya membutuhkan kontak dekat dalam waktu lama.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: Sebaiknya Kita Tunggu UU Ketenagakerjaan Baru
Lingkungan kapal pesiar dinilai meningkatkan risiko penularan karena penumpang tinggal di ruang tertutup dengan interaksi intens dalam waktu panjang. Kondisi itu dianggap mempermudah penyebaran virus antar kontak erat.
Meski demikian, WHO menegaskan risiko bagi masyarakat global tetap rendah. Penularan virus ini dinilai tidak semudah Covid-19 dan sejauh ini lebih banyak terjadi pada orang dengan kontak erat terhadap pasien. “Bagi masyarakat umum, kemungkinan tertular tetap rendah,” tulis WHO. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.