Dark/Light Mode

Kemendag Fasilitasi Akses, Logistik Dan Prosedur

Budi: Karpet Merah Buat UMKM Yang Bisa Ekspor

Sabtu, 16 Mei 2026 06:45 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, Kementerian Perdagangan terus mendorong lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar menjadi eksportir dan mengejar pasar global. Foto: Dok. Kemendag
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan, Kementerian Perdagangan terus mendorong lebih banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar menjadi eksportir dan mengejar pasar global. Foto: Dok. Kemendag

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan karpet merah untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mampu menembus pasar internasional. Mulai dari akses pasar, logistik, hingga pemahaman prosedur ekspor.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas ruang diskusi dan pendampingan agar pelaku usaha lebih memahami peluang ekspor, sekaligus memperkuat jejaring bisnis global.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam forum “NGOPI: Ngobrol Produk Indonesia” yang digelar di Jakarta, Rabu (13/5/2026). Forum itu merupakan kolaborasi Kemendag bersama gerakan pemberdayaan UMKM Local Champion Indonesia (LCI).

Baca juga : Wacana Hak Angket Untuk Gubernur, PAN Kalimantan Timur Tak Mau Tergesa-gesa

Forum tersebut mempertemukan pelaku UMKM, eksportir muda, agregator dan Pemerintah untuk membahas strategi memperluas pasar produk lokal ke luar negeri.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, banyak pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas, tetapi belum memahami mekanisme ekspor dan akses pasar internasional.

“Forum-forum diskusi seperti ini dapat membantu teman-teman UMKM semakin memahami bahwa produk-produknya memiliki potensi ekspor,” ujar Budi dalam keterangan resmi Kemendag, Kamis (14/5/2026).

Baca juga : Kasus Tambang Ilegal, Kejaksaan Agung Tetapkan Bos PT CBU Jadi Tersangka

Budi menjelaskan, Kemendag telah menyiapkan berbagai program untuk membantu UMKM memperluas pasar. Salah satunya melalui program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Program tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di negara tujuan melalui pitching dan business matching.

Selain itu, Pemerintah juga mengoptimalkan peran 46 Perwakilan Perdagangan (Perwadag) Republik Indonesia di 33 negara untuk membantu promosi produk Indonesia dan mencarikan calon pembeli potensial bagi UMKM.

“Setelah menentukan pasar yang ingin dituju, teman-teman kami hubungkan dengan Perwadag RI di negara tujuan ekspor. Setelah presentasi kepada Perwadag RI untuk menggali potensi pasarnya, teman-teman akan dicarikan buyer,” jelasnya.

Baca juga : Bos OJK: Pasar Modal RI Tetap Stabil Dan Resilien

Selain memfasilitasi ekspor, Kemendag juga menyediakan layanan konsultasi desain melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.