Sebelumnya
KPK menduga, sepanjang 2023–2026, Fadia melalui MSA dan orang kepercayaannya, RUL, melakukan intervensi kepada para kepala dinas agar memenangkan PT RNB dalam proyek pengadaan jasa outsourcing di sejumlah dinas, kecamatan, hingga RSUD.
“Meskipun ada perusahaan lain yang mengajukan penawaran lebih rendah, para perangkat daerah diharuskan memenangkan ‘Perusahaan Ibu’,” tutur Asep.
KPK mencatat, selama periode 2023–2026 terdapat transaksi masuk ke PT RNB senilai Rp 46 miliar yang berasal dari kontrak dengan perangkat daerah di Pemkab Pekalongan. Dari jumlah tersebut, hanya Rp 22 miliar yang digunakan untuk membayar gaji pegawai outsourcing. Sisanya diduga dibagikan kepada keluarga Fadia dengan total mencapai Rp 19 miliar atau sekitar 40 persen dari total transaksi.
Baca juga : Gunakan Transportasi Publik Listrik, Dapat Voucher Listrik
Rinciannya, Fadia diduga menerima Rp 5,5 miliar, suaminya Rp 1,1 miliar, anaknya MRA Rp 4,6 miliar dan MHN Rp 2,5 miliar, serta RUL Rp 2,3 miliar. Sementara sekitar Rp 3 miliar ditarik secara tunai.
Asep menjelaskan, pengelolaan dan distribusi uang tersebut diduga diatur langsung oleh Fadia melalui grup WhatsApp bernama “Belanja RSUD” bersama para stafnya.
“Setiap pengambilan uang untuk bupati, staf selalu melaporkan, mendokumentasikan, dan mengirimkannya melalui grup WhatsApp tersebut,” ungkap Asep.
Baca juga : Pemerintah Aktifkan Dana Intervensi Pasar
KPK juga masih menelusuri kemungkinan PT RNB digunakan sebagai sarana penerimaan lain yang melanggar hukum. “Penyidik juga masih akan terus menelusuri apakah perusahaan ini digunakan untuk melakukan modus dalam penerimaan lainnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Fadia mengakui PT RNB merupakan perusahaan keluarganya. Namun, ia membantah ikut campur dalam operasional perusahaan tersebut.
“Saya tidak pernah ikut, itu bukan punya saya, tapi perusahaan keluarga,” ujar anak pedangdut A. Rafiq itu usai menjalani penahanan oleh KPK pada Rabu (4/3/2026). [YUD]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.