BREAKING NEWS
 

Program Cetak Sawah di Wanam Upaya Wujudkan Kedaulatan Pangan, Harus Dilanjutkan

Reporter & Editor :
OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Kamis, 21 Mei 2026 11:02 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Center of Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, menilai film Pesta Babi seolah meragukan langkah pemerintah yang tengah berupaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Hemat saya, film Pesta Babi sepertinya hanyalah riak wacana yang mencoba meragukan arah besar ketahanan pangan. Saya kira langkah Presiden Prabowo di Papua, termasuk program cetak sawah di Wanam, adalah strategi kedaulatan yang harus berlanjut,” ujar Herry, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, program cetak sawah seluas 1 juta hektare yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak boleh terhenti.

Sebab, jika program itu terputus, Indonesia dinilai akan kembali terjebak dalam ketergantungan impor pangan yang melemahkan kemandirian bangsa.

“Dalam situasi global yang penuh krisis, kemandirian pangan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ketahanan pangan adalah martabat politik, dan martabat itu hanya bisa dijaga dengan berdiri di atas kaki sendiri,” katanya.

Sebagai informasi, proyek PSN Wanam di Papua Selatan telah menunjukkan progres signifikan. Sejumlah fasilitas utama bahkan dilaporkan rampung 100 persen.

Baca juga : Pertahanan Rakyat Sebagai Benteng Kedaulatan Negara

Kehadiran proyek tersebut disebut membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan.

Salah seorang warga Papua, Tarsan Balagaize, mengaku bersyukur karena pembangunan kini menjangkau kampung dan dusun di wilayah mereka.

Ia menilai manfaat proyek tersebut tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.

“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami bisa menerima itu? Bukan hanya untuk kami yang menikmati, tetapi juga sampai anak-cucu kami,” kata Tarsan, dikutip Kamis (14/5/2026).

Adsense

Menurut dia, program pembangunan dari pemerintah pusat membuka peluang bagi masyarakat lokal untuk hidup lebih baik dan lebih sejahtera.

“Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat, berarti kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin akan menjadi lebih makmur,” ujarnya.

Baca juga : Indonesia Tunjukkan Kekuatan Pangan Nasional Di SIAL Canada

Ia juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya minim infrastruktur.

“Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan menerima 100 persen program pembangunan ini,” tuturnya.

Sementara itu, petugas proyek menjelaskan bahwa progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan PSN Wanam hampir seluruhnya selesai. Area jetty multipurpose dan solar cell, misalnya, telah mencapai progres 100 persen.

“Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen,” ujar petugas proyek.

Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen.

“Untuk HSD tank kapasitas 5.000 metrik ton sudah mencapai 97 persen. Begitu juga dengan warehouse multipurpose yang mencapai 88 persen, serta solar cell yang sudah 100 persen,” ungkapnya.

Baca juga : Peringati Hardiknas, Wamen Fajar Resmikan Kapal Pengangkut Guru Di Kapuas

Wajah Wanam kini berubah drastis. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional melalui program cetak sawah seluas 1 juta hektare.

PSN yang didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group milik pengusaha Haji Isam itu disebut bukan sekadar membuka lahan pertanian, melainkan juga membangun ekosistem baru yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara.

Menurut Herry, konektivitas menjadi kunci utama dalam pengembangan kawasan tersebut. Ia menilai proyek ini bertujuan mendorong kemakmuran dari daerah menuju pusat demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaya saing.

“Karena itu, sangat aneh jika masih ada pihak yang merendahkan proyek yang bertujuan mulia seperti ini,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense