BREAKING NEWS
 

Airlangga Bertemu Presiden Swiss, Bahas Aksesi OECD Hingga Ketahanan Energi

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 4 Juni 2026 19:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin untuk membahas kerja sama ekonomi, ketahanan energi, reformasi BUMN, dan aksesi OECD di Paris, Prancis, Rabu (3/6/2026). Dok. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin di sela Pertemuan Tingkat Menteri OECD 2026 di Paris, Rabu (3/6/2026). Pertemuan itu membahas penguatan kerja sama ekonomi, ketahanan energi, reformasi BUMN, hingga percepatan aksesi Indonesia menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).

Airlangga mengatakan, kerja sama Indonesia dan Swiss terus berkembang dan semakin strategis. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, hubungan kedua negara dinilai penting untuk mendukung transformasi ekonomi nasional.

Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana penandatanganan nota kesepahaman atau MoU non-binding di sektor mineral dan logam yang dijadwalkan pada 23 Juni mendatang.

Kerja sama tersebut akan memperluas kemitraan kedua negara ke sektor bahan baku mineral kritis. Pemerintah Swiss juga menekankan pentingnya keterbukaan pasar agar implementasi kesepakatan berjalan lancar.

Dalam pertemuan itu, Swiss kembali menegaskan dukungannya terhadap proses aksesi Indonesia ke OECD. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kontribusi dana sebesar 3 juta euro.

Baca juga : Airlangga: Rupiah Terdepresiasi 5% Sejak Awal Tahun, Pelemahan Mata Uang Garuda Terkendali

Dana itu akan digunakan untuk mendukung program kerja sama Swiss periode 2025-2028 yang berfokus pada tata kelola BUMN, peningkatan kapasitas perilaku bisnis yang bertanggung jawab, serta aksesi Indonesia ke Konvensi Anti-Suap OECD.

Airlangga menjelaskan, pemerintah saat ini tengah membahas 240 instrumen hukum OECD yang tersebar dalam 32 bab bersama lebih dari 60 kementerian dan lembaga.

"Pemerintah berupaya memastikan standar OECD tidak hanya diadopsi secara regulasi, tetapi juga diterapkan secara nyata," ujar Airlangga.

Adsense

Dalam kesempatan itu, Airlangga juga memaparkan reformasi besar-besaran yang dilakukan pemerintah terhadap BUMN. Menurut dia, restrukturisasi dan pelepasan aset telah dilakukan untuk meningkatkan efisiensi serta memperkuat tata kelola perusahaan negara. Sebagai bagian dari reformasi tersebut, pemerintah membentuk sovereign wealth fund baru bernama Danantara.

Dana investasi itu mengelola aset negara serta investasi domestik dan internasional. Saat ini Danantara juga sedang menerbitkan obligasi internasional untuk menarik modal asing.

Baca juga : Setelah Dilaporkan Menkeu Ke Presiden, 10 Perusahaan Nakal Diselidiki Kejagung

"Indonesia ingin memanfaatkan pengalaman Swiss dalam menerapkan praktik tata kelola terbaik di pasar yang sudah matang," katanya.

Selain isu ekonomi, kedua negara juga membahas ketahanan energi dan pangan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia, termasuk risiko gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah dan potensi penutupan Selat Hormuz.

Airlangga menjelaskan, Indonesia telah melakukan diversifikasi sumber pasokan energi. Saat ini pasokan minyak dari Arab Saudi hanya sekitar 20 persen, sedangkan sisanya berasal dari sejumlah negara Afrika seperti Nigeria, Angola, dan Gabon, serta Amerika Serikat.

Di sektor pangan, Indonesia disebut telah mencapai swasembada untuk menjaga stabilitas harga jangka panjang. Indonesia juga mulai mengekspor pupuk ke negara tetangga seperti Australia.

Sementara itu, Swiss menjaga cadangan minyak strategis untuk kebutuhan selama 4 hingga 4,5 bulan dan memiliki cadangan pupuk nasional yang kuat.

Baca juga : PLN EPI Teken 4 Kontrak Gas dan LNG, Perkuat Ketahanan Energi

Untuk memperkuat ketahanan energi masa depan, Kementerian ESDM dan Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO) memperluas kerja sama teknologi melalui MoU pengembangan smart grid dan teknologi penyimpanan baterai.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan energi surya di Indonesia.

Pertemuan Airlangga dan Parmelin menjadi penanda semakin eratnya hubungan Indonesia dan Swiss. Kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi ekonomi serta menyiapkan langkah mitigasi bersama untuk menghadapi berbagai tantangan global di masa mendatang.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense