Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IPA Convex 2026 Perkuat Kolaborasi Hulu Migas Menuju Ketahanan Energi
Selasa, 12 Mei 2026 14:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kondisi geopolitik global saat ini menjadi tantangan serius bagi Indonesia, khususnya dalam upaya mencapai ketahanan energi nasional. Situasi tersebut berpotensi mengganggu pasokan energi nasional karena Indonesia masih bergantung pada impor energi untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Kondisi itu mendorong perlunya kolaborasi antara Pemerintah dan pelaku industri guna memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi dan percepatan eksplorasi di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).
Indonesian Petroleum Association (IPA), asosiasi pelaku sektor hulu migas di Indonesia, kembali menyelenggarakan konferensi dan pameran tahunan bertajuk IPA Convention and Exhibition (IPA Convex). Tahun ini, IPA Convex digelar untuk ke-50 kalinya dengan mengusung tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 20–22 Mei 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.
“Situasi global saat ini menunjukkan rantai pasok energi sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Indonesia perlu mengantisipasi hal ini dengan memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor,” ujar Direktur Eksekutif IPA, Marjolijn Wajong, dalam acara Press Conference Road to IPA Convex 2026, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Marjolijn, dinamika geopolitik global harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas dalam negeri.
Baca juga : Kapolri Perkuat Peralatan Personel Demi Maksimalkan Keamanan Warga
Dia menilai Indonesia masih memiliki peluang besar meningkatkan produksi migas nasional. Saat ini, lebih dari 50 persen cekungan migas Indonesia belum dieksplorasi, meski sebagian besar berada di wilayah Indonesia Timur dan laut dalam yang membutuhkan teknologi tinggi serta investasi besar.
“Tantangan industri hulu migas saat ini tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga kebutuhan investasi dan tingginya risiko eksplorasi. Karena itu, kebijakan pemerintah yang konsisten, kepastian hukum, percepatan perizinan, serta skema fiskal yang kompetitif menjadi kunci utama menarik investor,” katanya.
Dia menegaskan, penemuan cadangan baru menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
“Tidak cukup hanya mengandalkan proyek yang sudah berjalan. Diperlukan eksplorasi yang lebih agresif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia IPA Convex 2026, Teresita Listyani, mengatakan penyelenggaraan IPA Convex ke-50 tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang industri hulu migas nasional, tetapi juga forum strategis membahas masa depan ketahanan energi Indonesia.
“IPA Convex menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, hingga generasi muda dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ujar Teresita.
Baca juga : Kolaborasi UMB dan USM Dorong Ketahanan Pangan Perkotaan
Dia menjelaskan, IPA Convex 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 peserta pameran (exhibitor) dan lebih dari 200 presentasi teknis (technical presentation) yang membahas berbagai isu strategis sektor energi, mulai dari eksplorasi, teknologi, transisi energi, hingga investasi hulu migas.
Rangkaian acara utama akan dibuka pada Rabu, 20 Mei 2026 melalui seremoni yang direncanakan dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Agenda pembukaan meliputi penandatanganan sejumlah kontrak strategis, laporan Menteri ESDM, serta kunjungan VIP ke area pameran.
Selain konferensi dan pameran utama, IPA Convex 2026 juga menghadirkan berbagai forum strategis seperti Plenary Session, Concurrent Session, dan Innovative Energy Solutions yang mempertemukan pemerintah, perusahaan energi global, investor, hingga penyedia teknologi untuk membahas solusi menghadapi tantangan energi masa depan.
“Kami ingin IPA Convex menjadi platform yang menghasilkan kolaborasi nyata dan mendorong percepatan investasi, khususnya di sektor hulu migas Indonesia yang masih memiliki potensi sangat besar,” kata Teresita.
Untuk memperkuat keterlibatan media, panitia IPA Convex 2026 juga menggelar Journalist Writing Competition yang berlangsung sejak Januari hingga 21 Mei 2026.
Baca juga : BNI Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Al-Izhar
IPA Convex 2026 mendapat dukungan dari berbagai perusahaan energi nasional dan global melalui sejumlah kategori sponsor. Pada kategori Titanium Sponsor terdapat PT Pertamina Hulu Energi, Mubadala Energy, dan bp Indonesia.
Kategori Platinum Sponsor didukung MedcoEnergi, PETRONAS Indonesia, ExxonMobil Indonesia, PT Energi Mega Persada Tbk, KUFPEC, S&P Global Energy, serta SK Innovation.
Sementara kategori Gold Sponsor didukung INPEX, Jadestone Energy, McDermott, Accenture Indonesia, dan JAPEX.
Adapun kategori Silver Sponsor didukung PT Donggi Senoro LNG, SLB, Harbour Energy, dan Subsea7.
Dukungan para sponsor tersebut menunjukkan tingginya komitmen industri energi dalam mendukung IPA Convex 2026 sebagai ajang strategis industri hulu migas terbesar di Asia Tenggara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya