RM.id Rakyat Merdeka - Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang, bersabar, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai narasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa di tengah situasi geopolitik dan ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Inisiator GKB-NU Hery Haryanto Azumi menilai, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah menjalankan berbagai program strategis yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Mulai dari penguatan ketahanan pangan, kedaulatan energi, hilirisasi sumber daya alam, hingga penguatan ekonomi nasional.
“Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membutuhkan waktu, konsistensi, serta stabilitas nasional agar hasilnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Hery kepada media, Kamis (11/6/2026).
Baca juga : Indra J. Piliang: Purbaya Kunci Transformasi Ekonomi Nasional
Menurutnya, masyarakat diharapkan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan ataupun terpengaruh oleh berbagai narasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan ketidakpercayaan terhadap pemerintahan yang sah.
Hery menilai, dalam sejarah banyak negara berkembang, agenda penguatan kedaulatan ekonomi, pangan, energi, dan penguasaan sumber daya strategis sering kali berhadapan dengan berbagai kepentingan yang merasa dirugikan.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan adanya pihak-pihak tertentu, baik dari dalam maupun luar negeri, yang berupaya memanfaatkan dinamika politik nasional untuk menghambat agenda kemandirian bangsa.
Meski demikian, Hery menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan hak yang dijamin dalam sistem demokrasi.
Baca juga : Prabowo: Indonesia Pilih Jalan Kemandirian di Tengah Gejolak Global
Namun, masyarakat harus mampu membedakan antara kritik yang konstruktif dengan upaya-upaya yang berpotensi menciptakan instabilitas politik, memperlemah persatuan nasional, atau mengganggu jalannya program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kritik terhadap pemerintah adalah hak yang dijamin dalam demokrasi. Namun rakyat harus mampu membedakan antara kritik yang konstruktif dengan upaya yang berpotensi menciptakan instabilitas politik dan mengganggu persatuan nasional,” tuturnya.
Hery juga menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan nasional harus tetap berada dalam koridor konstitusi dan demokrasi.
Setiap aspirasi politik, kata dia, harus disampaikan melalui mekanisme yang sah sesuai prinsip negara hukum, bukan melalui mobilisasi yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengganggu stabilitas nasional.
Baca juga : PTPN I Siapkan Lahan Sorgum, Dukung Penuh Percepatan Ketahanan Energi Nasional
Menurutnya, dalam kondisi ekonomi global yang masih menghadapi tekanan dan ketidakpastian, stabilitas nasional merupakan modal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, membuka lapangan kerja, serta memastikan program pembangunan berjalan dengan baik.
Karena itu, GKB-NU mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta memberikan kesempatan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjalankan mandat yang telah diberikan rakyat melalui proses demokrasi yang sah.
“Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang menebarkan pesimisme, kebencian, atau perpecahan. Mari kita kawal pemerintahan secara kritis, objektif, dan konstruktif demi kepentingan bangsa, negara, dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” pungkas Hery.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.