BREAKING NEWS
 

Bendungan Rukoh Kurangi Risiko Banjir, Perkuat Ketahanan Pangan Di Pidie

Reporter & Editor :
BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 16 Juli 2026 17:32 WIB
Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Dok. Kementerian PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air untuk pertanian, tetapi juga menjadi infrastruktur pengendali banjir yang memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana hidrometeorologi. Bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026 itu diharapkan mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan ketangguhan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang dalam pengelolaan sumber daya air agar memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.

Menurutnya, bendungan tidak hanya menyediakan air irigasi dan air baku, tetapi juga mendukung pengembangan energi serta melindungi kawasan hilir dari ancaman banjir.

"Betapa pentingnya pekerjaan mengelola air. Air yang tertampung di bendungan harus menjadi irigasi bagi sawah, air baku bagi masyarakat, energi yang dapat dikembangkan, dan perlindungan bagi kawasan hilir," ujar Dody.

Bendungan Rukoh memiliki kapasitas tampung 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 687 hektare. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi salah satu sarana mitigasi bencana di Kabupaten Pidie yang dalam beberapa tahun terakhir kerap dilanda banjir akibat tingginya curah hujan.

Baca juga : Perdagangan Diperkuat, Pasar Ekspor Diperluas

Kehadiran bendungan diharapkan mampu mengendalikan debit aliran sungai sehingga limpasan air ke kawasan hilir dapat dikurangi secara signifikan.

Bendungan Rukoh memiliki fungsi reduksi banjir seluas 51 hektare dan dirancang mampu membantu pengendalian banjir hingga periode ulang 50 tahunan di Kabupaten Pidie.

Menurut Dody, fungsi tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim. Karena itu, infrastruktur sumber daya air tidak hanya berperan sebagai tempat penyimpanan air, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pengurangan risiko bencana.

Adsense

Selain berfungsi mengendalikan banjir, Bendungan Rukoh juga menjadi sumber air bagi Daerah Irigasi Baro Raya seluas 12.194 hektare, terutama di Kecamatan Keumala dan Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Dody mengatakan keberadaan bendungan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem irigasi yang andal sehingga ketersediaan air bagi sektor pertanian dapat terjamin sepanjang tahun.

Baca juga : Bendungan Sidan Perkuat Irigasi 9.598 Hektare, Dukung Swasembada Pangan Di Bali

"Bendungan kita sebut sebagai irigasi premium, yaitu irigasi yang ketersediaan airnya dijamin oleh bendungan. Jadi kalau ada bendungan dan ada sistem irigasinya, kita bisa mengharapkan tiga kali musim tanam," ujarnya.

Dengan dukungan Bendungan Rukoh, Indeks Pertanaman (IP) diproyeksikan meningkat dari 191 persen menjadi 300 persen. Artinya, lahan yang sebelumnya hanya ditanami dua kali dalam setahun dapat ditingkatkan menjadi tiga kali musim tanam.

Produksi pertanian juga diperkirakan mencapai sekitar enam ton per hektare sehingga diharapkan memperkuat kontribusi Aceh terhadap program swasembada pangan nasional.

Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Rukoh mampu menyediakan air baku sebesar 900 liter per detik yang dapat melayani sekitar 22.848 jiwa di Kecamatan Titeue dan wilayah sekitarnya.

Bendungan tersebut juga memiliki potensi pengembangan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 140 megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 1,22 MW.

Baca juga : Prancis Vs Spanyol, Perang Bintang Digelar di Texas

Bendungan Rukoh dibangun secara bertahap pada periode 2018–2024 dengan total anggaran sekitar Rp1,7 triliun. Pekerjaan konstruksi dilaksanakan dalam dua paket, yakni Paket 1 oleh PT Nindya Karya (Persero) untuk pembangunan spillway, serta Paket 2 oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan PT Andesmont Sakti KSO untuk pembangunan tubuh bendungan serta bangunan pengelak.

Kementerian PU berharap Bendungan Rukoh dapat menjadi infrastruktur strategis yang tidak hanya memperkuat ketahanan air dan pangan, tetapi juga meningkatkan ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi sekaligus mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense