Dark/Light Mode

Bendungan Sidan Perkuat Irigasi 9.598 Hektare, Dukung Swasembada Pangan Di Bali

Selasa, 14 Juli 2026 20:35 WIB
Bendungan Sidan di Provinsi Bali yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto memperkuat layanan irigasi bagi 9.598 hektare lahan pertanian. Bendungan multifungsi ini juga menyediakan air baku, mengurangi risiko banjir, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Foto: Kementerian PU
Bendungan Sidan di Provinsi Bali yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto memperkuat layanan irigasi bagi 9.598 hektare lahan pertanian. Bendungan multifungsi ini juga menyediakan air baku, mengurangi risiko banjir, dan mendukung ketahanan pangan nasional. Foto: Kementerian PU

RM.id  Rakyat Merdeka - Bendungan Sidan di Provinsi Bali mulai memberikan manfaat bagi sektor pertanian dengan memperkuat layanan irigasi seluas 9.598 hektare. Infrastruktur yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 10 Juli 2026 itu diharapkan menjadi penopang ketahanan air sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menyatakan Bendungan Sidan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air baku dan pengendali banjir, tetapi juga menjadi sumber air bagi daerah irigasi eksisting.

Layanan irigasi tersebut mencakup Daerah Irigasi (DI) Mambal seluas 5.963 hektare dan DI Kedewatan seluas 3.635 hektare.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bendungan merupakan infrastruktur dasar yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, manfaat bendungan akan benar-benar dirasakan ketika air dapat mengalir hingga ke lahan pertanian dan dimanfaatkan masyarakat.

"Swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air memerlukan tata kelola air yang tertib, berkelanjutan, dan benar-benar sampai kepada rakyat. Bendungan adalah hulu dari pelayanan itu," ujar Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).

Baca juga : Bersama Danantara, BRI Kontribusikan Pajak Terbesar Dukung Pembangunan Nasional

Keberadaan Bendungan Sidan juga memperkuat sistem irigasi di Bali yang selama ini menopang sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan sistem subak sebagai warisan budaya.

Dengan pasokan air yang lebih stabil, petani diharapkan memiliki kepastian dalam mengatur pola tanam, meningkatkan indeks pertanaman, serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air.

Kementerian PU memproyeksikan Bendungan Sidan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari 265 persen menjadi 271 persen, sehingga frekuensi tanam dan produktivitas hasil pertanian dapat meningkat.

Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 39,37 hektare. Air yang ditampung pada musim hujan akan dimanfaatkan kembali saat musim kemarau untuk memenuhi kebutuhan irigasi.

Secara administratif, Bendungan Sidan berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ayung dan melintasi sejumlah wilayah, yakni Desa Sidan di Kabupaten Badung, Desa Buahan Kaja di Kabupaten Gianyar, serta Desa Bunutin, Mengani, dan Langgahan di Kabupaten Bangli.

Baca juga : Bangun 29 Bendungan, Waskita Karya Perkuat Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Daerah

Pembangunan Bendungan Sidan dimulai pada Oktober 2018 dan selesai pada 2024. Proyek tersebut dikerjakan oleh konsorsium PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Universal Suryaprima pada Paket I dengan nilai kontrak sekitar Rp808 miliar, serta PT Brantas Abipraya (Persero) pada Paket II lanjutan senilai sekitar Rp790 miliar.

Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Sidan juga menyediakan air baku sebesar 1.750 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Denpasar serta Kabupaten Badung dan Gianyar.

Infrastruktur ini juga berperan menjaga ketahanan air bagi kawasan pariwisata di Bali yang terus berkembang.

Bendungan bertipe zonal inti aspal dengan tinggi puncak 68 meter tersebut juga diproyeksikan mampu mereduksi potensi banjir di kawasan seluas 108 hektare.

Selain itu, Bendungan Sidan memiliki potensi menghasilkan energi baru terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkapasitas 0,65 megawatt (MW) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung berkapasitas 7,43 MW.

Baca juga : Jaksa Watch Dorong KPK Perkuat Supervisi Perkara Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

Ke depan, Kementerian PU akan terus mengoptimalkan pengelolaan Bendungan Sidan beserta jaringan irigasinya agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Dengan pasokan air yang andal, pemerintah berharap produktivitas pertanian meningkat, kesejahteraan petani membaik, serta target swasembada pangan nasional dapat diwujudkan secara berkelanjutan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.