RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menilai wajar apabila Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia kerap dipanggil Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sektor energi menjadi salah satu isu strategis yang membutuhkan koordinasi intensif dengan kepala negara.
"Persoalan energi terkait banyak hal. Jadi wajar kalau Pak Bahlil sering dipanggil Presiden untuk membahas berbagai persoalan," kata Sarmuji saat dihubungi RM.id, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, ruang lingkup tugas Kementerian ESDM sangat luas karena berkaitan langsung dengan ketahanan energi, investasi, hingga berbagai kebijakan strategis pemerintah. Karena itu, komunikasi antara Presiden dan Menteri ESDM dinilai menjadi hal yang lumrah.
Senada, Sekretaris Jenderal Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Arief Rosyid Hasan menyebut Bahlil merupakan sosok yang selalu tegak lurus menjalankan arahan Presiden Prabowo.
Baca juga : Bahlil Sering Dipanggil ke Istana, Golkar: Bukti Kepercayaan Presiden
"Ketum Bahlil mendukung dan pasang badan terhadap semua keputusan yang terbaik untuk rakyat Indonesia," ujar Arief.
Menurut Arief, loyalitas Bahlil juga tercermin dalam pelaksanaan tugasnya sebagai Menteri ESDM. Ia menilai berbagai program pemerintah di bidang energi terus dijalankan untuk memperkuat kedaulatan dan mewujudkan swasembada energi nasional.
"Ketum Bahlil juga setia dan loyal. Ketika diberi amanah sebagai Menteri ESDM untuk mendorong kedaulatan energi hingga swasembada energi, semua dijalankan dengan baik bahkan melampaui target," tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul momen ketika pidato Bahlil Lahadalia sempat terhenti karena mendapat panggilan dari Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga : Bahlil: ToT Akademi Golkar Perkuat Kaderisasi dan Akar Partai
Peristiwa itu terjadi saat Bahlil memberikan sambutan dalam acara Training of Trainers Akademi Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Di tengah pidato, seorang ajudan menghampiri podium untuk menyampaikan pesan dari Presiden. Bahlil pun menanggapi interupsi tersebut dengan nada bercanda.
"Kau merusak saya punya pidato saja ini," ujar Bahlil yang disambut tawa para peserta.
Tak lama kemudian, Bahlil mengungkap bahwa dirinya mendapat panggilan dari Presiden Prabowo. Ia pun meminta ajudannya bernegosiasi agar jadwal pertemuan dapat diundur karena masih menyelesaikan pidato.
Baca juga : Mubes V BMK 1957 Digelar 8-10 Agustus di Semarang, Bahas Penguatan Kaderisasi
"Ini baru kah? Bisa nggak jam 13.15? Kita baru mau pidato, hilang pikiran gara-gara dipanggil Presiden. Bos, negosiasi dulu. Kau kan lobi dulu, lobi, lobi, lobi," katanya.
Beberapa saat kemudian, ajudan kembali menghampiri dan menyampaikan bahwa jadwal pertemuan berhasil diundur. Mendengar kabar tersebut, Bahlil tampak lega dan kembali melanjutkan pidatonya di hadapan para peserta pelatihan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.