RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memastikan kondisi nasional tetap aman dan terkendali. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi bohong atau hoax yang beredar di media sosial.
Hal tersebut disampaikan Djamari usai menggelar rapat koordinasi bertajuk "Sinergi Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan Nasional" bersama jajaran pimpinan lembaga penegak hukum dan keamanan di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Rapat tersebut dihadiri Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, serta Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra.
Djamari mengatakan, rapat tersebut dilakukan untuk memastikan koordinasi antarlembaga berjalan optimal dalam menjaga stabilitas nasional di tengah berkembangnya berbagai informasi di media sosial. Menurutnya, sinergi seluruh aparat diperlukan agar situasi keamanan tetap kondusif.
"Situasi dalam negeri sangat mantap. Semua perkembangan yang terjadi masih dalam kendali kami bersama, baik TNI, Polri, BIN, maupun unsur Pemerintah lainnya," ujar Djamari.
Ia mengimbau masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terutama berbagai narasi yang beredar di media sosial dan berpotensi menimbulkan keresahan. Masyarakat juga diminta mengutamakan informasi dari sumber resmi.
Baca juga : Tumbuh 5,29 Persen, Ekonomi Di Jalan Yang Benar
"Kami bersepakat menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terganggu dengan informasi-informasi tersebut. Semua kami tangani," katanya.
Menurut Djamari, aktivitas masyarakat di berbagai daerah tetap berlangsung normal. Pemerintah bersama aparat keamanan akan terus menjaga situasi agar tetap aman, nyaman, dan kondusif, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.
"Kami hadir bersama untuk meyakinkan masyarakat bahwa kondisi keamanan tetap terjaga dan berada dalam keadaan yang sangat baik," katanya.
Djamari juga meminta masyarakat tidak ikut menyebarkan video maupun informasi yang belum dipastikan kebenarannya, karena dapat memicu kepanikan publik. Ia berharap seluruh pihak lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
"Kami berharap semua pihak tidak membuat atau menyebarkan konten yang justru meningkatkan kekhawatiran masyarakat," katanya.
Baca juga : Mantan Jampidsus Ajukan Praperadilan, Kejagung Siap Hadapi Febrie
Djamari menegaskan, Pemerintah tetap menjamin kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali menyampaikan bahwa kritik merupakan bagian dari masukan yang diperlukan Pemerintah.
"Yang tidak diperbolehkan adalah tindakan anarkis, perusakan, maupun pembakaran fasilitas. Kalau menyampaikan kritik secara tertib, silakan saja," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri telah menyiapkan pengamanan seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Pengamanan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dengan berbagai instansi terkait.
"Kami terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan 17 Agustus yang telah dimulai melalui berbagai kegiatan Pemerintah dapat berjalan dengan aman," kata Sigit.
Menurut dia, koordinasi dilakukan bersama TNI, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan guna memastikan setiap kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sigit juga mengajak masyarakat ikut memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan menjaga persatuan dan ketertiban.
Baca juga : Nusron: Laut Dijual & Dikavling Secara Ilegal
"Kami mengajak seluruh masyarakat merayakan HUT ke-81 RI dengan penuh sukacita, sekaligus menjaga persatuan, kesatuan, dan keutuhan bangsa," ujarnya.
Untuk diketahui, dalam beberapa hari terakhir marak penyebaran narasi hoaks mengenai isu kerusuhan dan demonstrasi menjelang peringatan HUT ke-81 RI di media sosial. Salah satunya berupa video demonstrasi lama yang diunggah kembali di media sosial dengan narasi seolah-olah merupakan peristiwa terbaru.
Menyikapi kondisi tersebut, kepolisian meningkatkan patroli siber. Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya bahkan telah mengamankan seorang perempuan berinisial DM (45) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang diduga menyebarkan informasi bohong terkait demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.