Dark/Light Mode

Kawal Program Pemerintah, Politisi Gerindra Sidak Sekolah Rakyat Di Daerah

Kamis, 6 Agustus 2026 06:50 WIB
Politisi Partai Gerindra di DPR, Sriyanto Saputro. (Foto: Dok. Gerindra)
Politisi Partai Gerindra di DPR, Sriyanto Saputro. (Foto: Dok. Gerindra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Politisi Partai Gerindra ramai-ramai terus mengawal pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR). Mereka melakukan pemantauan di beberapa daerah terhadap salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

Politisi Partai Gerindra di DPR, Sriyanto Saputro menceritakan kunjungan atau inspeksi mendadak (sidak)-nya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sragen di Kecamatan Mondokan, Senin (3/8/2026). Sriyanto mendapati jumlah siswa yang telah terdaftar baru mencapai 285 orang. 

"Jauh di bawah kapasitas sekolah yang mampu menampung sekitar 1.800 siswa," kata Sriyanto, Rabu (5/8/2026). 

Baca juga : PAN Malut Bersiap Jadi Partai Modern-Profesional

Anggota Komisi V DPR itu datang bersama politisi Gerindra lainnya, Wakil Ketua DPRD Sragen Wahyu Dwi Setyaningrum dan disambut Kepala SRT 1 Sragen Giyatno beserta jajaran guru serta pelaksana proyek pembangunan sekolah. 

Sriyanto mengaku telah mendorong dan mengikuti proses pembangunan SRT sejak tahap perencanaan, ketika Pemerintah Daerah masih mencari lokasi pembangunan, sebelum akhirnya ditetapkan di Kecamatan Mondokan. "Saya awalnya mendapat laporan dari Bupati mengenai perkembangan SRT. 

Saya ingin melihat langsung kondisi bangunan sekaligus akses menuju sekolah," ujarnya. 

Baca juga : BNI Sukses Kantongi Laba Rp 10,8 Triliun

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah itu mengatakan, pembangunan fisik sekolah hampir rampung. Gedung, asrama siswa, fasilitas belajar, hingga sarana pendukung bagi guru telah tersedia dan tinggal memasuki tahap penyelesaian akhir. 

"Setelah saya cek, pembangunan gedung sudah hampir 100 persen. Tinggal finishing dan penyempurnaan," katanya. 

Namun, Sriyanto menyoroti masih rendahnya jumlah peserta didik yang mendaftar. Dia berharap masyarakat, khususnya keluarga yang masuk Desil 1 (sangat miskin), dan Desil 2 (miskin) dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memanfaatkan kesempatan memperoleh pendidikan gratis dengan fasilitas, sarana dan prasarana yang lengkap. 

Baca juga : Demi Keselamatan, Evaluasi Kesehatan Petugas Damkar

"Sekarang sekolahnya sudah berdiri megah, tinggal bagaimana bisa dimanfaatkan secara optimal," ungkapnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.