Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kinerja Semester I-2026 Solid
BNI Sukses Kantongi Laba Rp 10,8 Triliun
Kamis, 6 Agustus 2026 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil membukukan kinerja yang solid pada semester I-2026 di tengah ketatnya likuiditas industri perbankan dan dinamika ekonomi global.
Hingga akhir Juni 2026, kredit perseroan tumbuh 24,4 persen year on year (yoy) menjadi Rp 968,5 triliun, dengan laba bersih mencapai Rp 10,8 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar 14,2 persen menjadi Rp 22,3 triliun. Serta pendapatan berbasis komisi (Fee-Based Income/FBI) yang juga tumbuh 14,2 persen menjadi Rp 9 triliun.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, pertumbuhan yang seimbang dari dua sumber pendapatan tersebut mendorong laba operasional sebelum pencadangan (Pre-Provision Operating Profit/PPOP) mencapai Rp 18,5 triliun.
Baca juga : Demi Keselamatan, Evaluasi Kesehatan Petugas Damkar
“Angka ini tertinggi sepanjang sejarah BNI untuk periode semester pertama,” ujar Putrama di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurut Putrama, pertumbuhan kredit yang sehat, struktur pendanaan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta transformasi bisnis yang berkelanjutan menjadi fondasi utama pertumbuhan perseroan.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui strategi pertumbuhan yang berorientasi pada kualitas, penguatan bisnis inti, serta transformasi organisasi dan digital secara berkelanjutan,” jelasnya.
BNI juga mengarahkan ekspansi pada sektor dan ekosistem yang memiliki prospek pertumbuhan sehat agar produktivitas aset tetap terjaga sekaligus meningkatkan relevansi layanan bagi seluruh segmen nasabah.
Baca juga : Bos FIFA Dituding Tukang Peras
Strategi tersebut sejalan dengan agenda transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena mengatakan, pertumbuhan kinerja didukung portofolio kredit yang semakin terdiversifikasi, mulai dari segmen korporasi, menengah, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), hingga konsumer.
Meski demikian, ekspansi kredit tetap dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek industri dan profil risiko setiap debitur.
“Hal ini guna menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio,” terang Hussein.
Baca juga : Sukses Di Washington, Aldila Incar Gelar Canadian Open
Di sisi pendanaan, Current Account Saving Account (CASA) tumbuh 11,2 persen secara tahunan sehingga rasio CASA tetap terjaga di level 65,4 persen.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya